Kabut Asap Kian Pekat, 5 Penerbangan di Palembang Delay

Jumat, 20 September 2019 15:46 Reporter : Irwanto
Kabut Asap Kian Pekat, 5 Penerbangan di Palembang Delay Kabut Asap di Bandara Melalan Kutai Barat. ©2019 foto : HO BPBD Kutai Barat

Merdeka.com - Kabut asap di Palembang semakin pekat dan masuk level berbahaya. Selain membahayakan kesehatan, asap akibat kebakaran hutan dan lahan itu menyebabkan lima penerbangan mengalami penundaan.

Dari data situs www.bmkg.go.id, kualitas udara atau PM10 di Palembang mencapai 372.36 mikrogram per kubik (µgram/m3) pada Jumat (20/9), pukul 07.00-08.00 WIB. Pada pukul 09.00 WIB, kualitas udara menjadi sangat tidak sehat ditunjukkan dengan angka 302.83 µgram/m3. Lalu kualitas udara menjadi sedang pada siang hingga sore hari pukul 15.00 WIB di angka 82.91 µgram/m3.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Bambang Benny Setiaji mengatakan, Palembang masih berpotensi diselimuti asap karena kebakaran di beberapa daerah sekitarnya terus terjadi. Seperti di Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Musi Banyuasin.

"Asap terbawa angin masuk ke Palembang dan cukup pekat," ungkap Bambang, Jumat (20/9).

Dijelaskannya, intensitas asap (smoke) umumnya meningkat terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (01.00-07.00 WIB) dan sore hari menjelang malam (17.00-19.00 WIB). Hal ini disebabkan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut.

"Pada jam-jam itu sebaiknya dihindari bepergian atau bertransportasi," ujarnya.

Dia menambahkan, jarak pandang di Bandara Internasional SMB II Palembang terendah berkisar 700-1.000 meter dengan kelembapan 85-94 persen dengan keadaan cuaca asap.

"Dari laporan yang masuk, ada lima penerbangan mengalami delay atau keterlambatan hari ini akibat jarak pandang menurun," pungkasnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini