Kabulkan PK Advokat Lucas, Ini Alasan Majelis Hakim MA

Kamis, 8 April 2021 20:25 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Kabulkan PK Advokat Lucas, Ini Alasan Majelis Hakim MA Advokat Lucas Jalani Sidang Dakwaan. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Mahkamah Agung (MA) menjelaskan alasan mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) diajukan terpidana kasus perintangan penyidikan suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Lucas. MA menyatakan PK terhadap advokat Lucas dikabulkan setelah majelis hakim menilai terpidana tak terbukti merintangi penyidikan perkara Eddy Sindoro.

"Tidak cukup bukti untuk menyatakan Pemohon PK/Terpidana terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan berupa: (1) melakukan obstruction of juctice dalam pengertian secara fisik menghalang-halangi, mencegah, merintangi terhadap penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan sidang di pengadilan," kata Wakil Ketua MA, Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (8/4).

Pertimbangan majelis hakim kedua yakni melakukan obsruction of justice dalam pengertian memberikan pendapat, saran, usul atau pertimbangan dalam perkara bukan melakukan perintangan penyidikan.

"Atas dasar pertimbangan tersebut pemohon PK/Terpidana dibebaskan dari seluruh dakwaan penuntut umum," tandasnya.

Perkara PK Lucas teregistrasi dengan nomor: 78 PK/Pid.Sus/2021. Vonis itu diketok pada Rabu, 7 April 2021 kemarin. Duduk sebagai majelis hakim dalam perkara ini yakni Salman Luthan dengan anggota Abdul Latief dan Sofyan Sitompul.

Ketua Majelis PK, Salman Luthan menyatakan Dessenting Opinion (DO) terhadap putusan tersebut dengan pertimbangan, alasan PK Pemohon/Terpidana tidak beralasan menurut hukum dan bertentangan dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan. Oleh karena itu alasan PK harus ditolak. Namun, majelis tetap memutus bebas Lucas lantaran dua hakim anggota mengabulkan permohonan PK tersebut.

Baca Selanjutnya: Tanggapan KPK...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini