Jusuf Kalla: Umat Islam di Indonesia harus kaya

Minggu, 19 Juni 2016 18:24 Reporter : Iman Herdiana
Jusuf Kalla: Umat Islam di Indonesia harus kaya Jusuf Kalla di Masjid Salman ITB. ©2016 Merdeka.com/iman herdiana

Merdeka.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan kondisi umat Islam di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam lainnya. Contohnya banyak negara-negara di Timur Tengah yang dilanda perang.

"Indonesia jauh lebih aman dibanding negara lain," kata JK dalam ceramah Inspirasi Ramadan di Masjid Salman ITB, Bandung, Minggu (19/6).

Tetapi, kata alumnus Himpunan Mahasiswa Islam itu, aman saja tentu tidak cukup. Menurutnya bicara tentang Islam Indonesia tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan. "Kelebihan, kebaikan dan kekurangannya itu menjadi tantangan buat kita," ujarnya.

Salah satu kelemahan umat Islam di Indonesia terkait dengan kesejahteraan. Meski penduduk Indonesia mayoritas muslim, tetapi mayoritas dari mereka tidak sejahtera.

Jika dikumpulkan 100 pengusaha paling sukses dan kaya di Indonesia, menurutnya paling jumlah pengusaha muslim hanya 10 orang. Tetapi jika mengumpulkan 100 orang paling miskin di Indonesia, maka kebanyakan adalah umat Islam.

Beda dengan di Turki atau di Malaysia, kata dia, dari 100 orang terkaya bisa jadi 80 persennya umat Islam. "Indonesia ini muzakinya (pembayar zakat) kurang, sedangkan muztahik (penerima zakat) banyak. Kita harus memperbanyak muzaki,"" katanya.

Kondisi kemiskinan itulah, lanjut dia, yang menjadi kelemahan umat Islam di Indonesia. Maka untuk meningkatkan kesejahteraan umat, Ia mengajak cara yang dipakai Nabi Muhammad SAW, yakni berdagang.

"Dagang itu sunah Rasul bukan sunah China," katanya mengacu pada kesuksesan orang China di bidang perdagangan.

Ia pun mengapresiasi banyak alumnus ITB yang menjadi pengusaha sukses. Selain itu, ITB juga mengembangkan ilmu bisnis dan manajemen. "Sehingga lebih banyak insinyur yang menjadi pengusaha," katanya.

Dengan banyaknya warga Islam Indonesia yang kaya dan sukses, maka akan meningkatkan wibawa negara, bahkan di dunia internasional. Umat Islam di Indonesia juga diminta mengubah paradigma hidup di dunia. Dalam doa umat Islam, kata dia, hidup di dunia harus sama suksesnya dengan kehidupan di akhirat.

"Kita harus berusaha mencari kebaikan dunia dan akherat. Dalam doa kan robanna atina fid dunya hasanah. Dunia dulu baru akhirat. Kalau dunia baik baru baik di akherat. Jadi dalam konsep Islam dunia harus maju," terangnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai di balik, yakni menderita di dunia dengan harapan di akhirat menjadi lebih baik. Padahal Islam tidak mengenal konsep penderitaan hidup di dunia untuk mencapai kebaikan di akhirat. [hrs]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini