Jusuf Kalla Minta Pengurus Masjid Tegur Jika Ada Kajian Digelar Sambil Bisik-Bisik

Rabu, 31 Maret 2021 15:51 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jusuf Kalla Minta Pengurus Masjid Tegur Jika Ada Kajian Digelar Sambil Bisik-Bisik Jusuf Kalla dalam rapat webinar dengan seluruh pengurus DMI se-Indonesia. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) membantah jika masjid telah dijadikan sebagai tempat merencanakan dan merancang aksi teror. Dia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku merencanakan aksi di rumah kontrakan, termasuk bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

"Kalau kita lihat pemeriksaan-pemeriksaan tersangka teroris tidak pernah menyebut mereka merancang aksinya dari masjid. Umumnya dirancang dan direncanakan di rumah kontrakan," kata JK saat menjadi pembicara diacara Mudzakarah Pembina Rohani Islam Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN di Hotel Novotel Mangga Dua Jakarta, Rabu (31/3).

"Termasuk pelaku bom Gereja Katedral Makassar, dirancang di rumah kontrakan dekat rumah ibunya. Tidak dijadikannya masjid sebagai tempat perancangan dan perencanaan aksi teror," tegasnya.

Dia menjelaskan masjid memiliki sifat terbuka. Tidak dibatasi untuk kelompok atau ormas tertentu.

"Karena masjid itu sifatnya terbuka, tidak dibatasi oleh kelompok. Meskipun itu dibangun oleh orang Muhammadiyah, orang NU boleh salat di situ," ungkapnya.

JK mengingatkan kepada pengurus masjid waspada apabila ada perkumpulan jemaah yang terdiri dari 4-5 orang, melakukan kajian dengan suara yang perlahan. Dia meminta pengurus masjid untuk menegur kegiatan tersebut, dikhawatirkan sedang melakukan kajian tentang radikalisme.

"Hati-hati kalau ada di masjid kelompok-kelompok terdiri dari 4-5 orang dan kemudian ada gurunya, kajian sambil berbisik-bisik, pengurus masjid harus tegur itu, jangan sampai mereka sedang kajian radikalisme," katanya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini