Jurus Pemerintah Hindari Spekulan Di Ibu Kota Baru

Kamis, 5 September 2019 07:05 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jurus Pemerintah Hindari Spekulan Di Ibu Kota Baru Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil. Anggun ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menjelaskan sebagai tanah negara di ibu kota baru akan bisa dibeli masyarakat. Menurut dia pemerintah akan menetapkan peraturan untuk para spekulan.

"Residensial itu nanti akan ada yang dibangun untuk apartemen, untuk pns gitu kan, ada juga pns yang akan memiliki rumah di sana. Itu tanah itu bisa dijual dari tanah yang tadi dikuasai oleh negara," kata Sofyan Djalil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Sofyan menjelaskan harga tanah bervariasi. Pemerintah nantinya akan menerapkan beberapa kategori tanah. Untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tanah akan berikan secara cuma-cuma atau gratis sampai dengan harga pengembangan.Harga tersebut kata dia berkisar sebesar Rp2 juta per meter. Tetapi tanah tersebut nanti akan dibangun infrastruktur.

"Jadi di negara maju kota itu anda bikin rumah ada jaringan listrik, jaringan pipa, jaringan air ," kata Sofyan.

Menurut dia ada beberapa hal yang akan diterapkan untuk masyarakat jika ingin membeli tanah tersebut. Yaitu jika tanah yang sudah dibeli tidak dibangun dalam jangka waktu tertentu, maka harus dijual kembali kepada pemerintah melalui otoritas pengelola bank tanah.Kemudian, ada juga ketentuan pajak tinggi untuk tanah menganggur.

"Kami hindari spekulasi karena kan banyak pengalaman-pengalaman selama ini karena pengaturan yang keliru," ungkap Sofyan. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini