Jurus Jitu Biar Napi Tak Jadi Gay dan Lesbi di Tahanan

Kamis, 11 Juli 2019 06:45 Reporter : Syifa Hanifah
Jurus Jitu Biar Napi Tak Jadi Gay dan Lesbi di Tahanan Ilustrasi penjara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Lembaga Pemasyarakatan (lapas) dan Rumah Tahanan (rutan) khususnya di Jawa Barat dalam kondisi kelebihan kapasitas sebesar 52 persen. Jumlah penghuni saat ini sebanyak 23.861 orang, padahal idealnya hanya diisi 15.658 orang.

Kemudian, kelebihan kapasitas menyebabkan penyimpangan orientasi seksual sejumlah napi dan tahanan. Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Liberti Sitinjak mengatakan penyimpangan disebabkan oleh kebutuhan biologisnya yang tak tersalurkan.

"Dampaknya munculnya homoseksualitas dan lesbi. Setidaknya gejala itu ada. Bagaimana seseorang sudah berkeluarga, masuk ke Lapas, otomatis kan kebutuhan biologisnya tidak tersalurkan. Jadi gejala itu ada," kata Liberti.

Untuk menghindari penyimpangan seksual di tahanan, berikut ini solusinya:

1 dari 3 halaman

Ditempatkan di Lapas Secara Berjenjang

Unit Pelayanan Teknis (UPT) pemasyarakat menemukan gejala narapidana dan tahanan mengalami penyimpangan seksual. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami mengatakan, munculnya perubahan orientasi seksual ditengarai karena pembatasan hak seksual dalam jangka waktu cukup lama.

Sri mengatakan, solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan dengan mengoptimalkan konsep revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan. Contohnya, narapidana yang awalnya menghuni maximum security, ketika masa tahanan hampir habis dipindahkan ke Lapas medium security, dan terakhir Lapas minimum security. Tentu dengan assessment tepat. Sebab, yang terjadi selama ini tidak demikian. Napi dan tahanan hanya ditempatkan di satu Lapas sampai masa penahanan berakhir.

"Pembinaan dengan menekankan perubahan perilaku memudahkan mereka berubah lebih baik. Pemindahan ke Lapas Minimum Security meminimalisir, bahkan menghilangkan kemungkinan terjadinya disorientasi seksual karena di Lapas Minimum Security sudah dipertemukan yang bersangkutan dengan istri atau suaminya dalam waktu tertentu," kata Sri saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (9/7).

2 dari 3 halaman

Diberi Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan

Sementara itu untuk mencegah penyimpangan seksual sesama tahanan di dalam lapas, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas), Ade Kusmanto menyampaikan bahwa pihak Ditjen Pas telah berupaya menanggulangi hal itu dengan berbagai pembinaan. Mulai dari pembinaan yang bersifat rohani hingga ragawi, seperti pembinaan kesehatan.

"Telah mengantisipasi melalui pemberian pembinaan kepribadian, melalui pembinaan keagamaan, penyuluhan hukum dan penyuluhan kesehatan serta pembinaan kemandirian dengan pemberian keterampilan kepada narapidana," terang Ade.

3 dari 3 halaman

Perlu Bilik Bercinta

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas), Ade Kusmanto juga menilai perlu adanya pengkajian mengenai bilik asmara di lembaga pemasyarakatan (lapas). Menurutnya, saat ini tidak ada aturan hukum yang mengatur mengenai pengadaan bilik asmara di lapas.

"Perlu dikaji dulu baik dari pandangan hukum, sosial, budaya, keamanan dan ketertiban. Tidak ada karena belum ada regulasi yang mengatur hal tersebut," kata Ade.

Ade juga menerangkan bahwa perilaku seks menyimpang di kalangan napi tersebut diakibatkan oleh berlebihannya napi yang menghuni lapas-lapas di wilayah Jawa Barat. Bukan hanya perilaku lesbian gay transgender dan biseksual (LGBT) saja, kelebihan kapasitas napi, kata Ade, juga menyebabkan berbagai tindak pidana.

Bukan hanya dikarenakan kelebihan kapasitas, perilaku seks penyuka sesama jenis juga disebabkan oleh masa tahanan yang lama dari sebagian napi di sana.

"Munculnya permasalahan disorientasi seksual narapidana karena akibat hukuman yang lama, sementara kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi di dalam lapas atau rutan," jelas Ade. [has]

Baca juga:
Solusi Atasi Penyimpangan Seksual Napi di Tahanan
Komnas HAM Ingatkan Kemenkum HAM Hati-hati Respons Kasus Napi Gay
Pakar Hukum: Kalau Gara-gara Kelebihan Kapasitas, Kenapa di Luar Penjara Ada Gay
Kebutuhan Biologis tak Tersalurkan, Napi Berubah Jadi Gay dan Lesbi
Tahanan di Jabar Kelebihan Kapasitas, Paling Banyak Napi Narkoba dan Korupsi
Menengok Program Pesantren buat Tahanan di Rutan Salemba

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini