Jumlah Kasus Corona di Jatim Meledak, Ini Penjelasannya

Jumat, 22 Mei 2020 12:09 Reporter : Erwin Yohanes
Jumlah Kasus Corona di Jatim Meledak, Ini Penjelasannya Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Meledaknya jumlah kasus corona atau Covid-19 baru di Jawa Timur, dijawab oleh tim gugus tugas covid-19. Sebab, pada Kamis (21/5) kemarin, angka penambahan kasus corona di Jatim, mendominasi secara nasional.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan, tambahan baru kasus Covid-19 di Jawa Timur sebanyak 502 orang itu didominasi dari dua klaster baru. Yakni rumah sakit (RS) dan pemudik yang baru tiba di Jatim.

"Banyaknya tambahan kasus positif Covid-19 baru yang bermunculan, kebanyakan berasal dari klaster-klaster yang sudah ada. Namun ada klaster baru yakni klaster rumah sakit dan pemudik yang baru tiba di Jatim," katanya, Jumat (22/5).

Dia menambahkan, dari klaster rumah sakit atau nakes, ada penambahan menjadi 20 orang dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 12 di antaranya tenaga kesehatan, 4 dokter dan 3 dokter spesialis. Ia menyebut, RS menjadi titik yang rawan penyebaran Covid-19, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Mereka semuanya bukan dari tenaga medis yang melayani pasien Covid-19. Tidak menutup kemungkinan, mereka tertular saat memberikan pelayanan di RS," ujarnya.

Selain tenaga kesehatan, pihaknya juga menemukan adanya penularan Covid-19, dari klaster baru pemudik, baik yang berasal dari luar negeri maupun antar kota. Salah satunya di Kabupaten Probolinggo.

"Jumlahnya tidak besar, yakni 11 orang. Tapi potensi penularannya ke yang lain besar. Di samping itu juga ada penularan dari orang yang baru dari luar kota," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, mengatakan, salah satu penyebab banyaknya kasus Covid-19 di Jatim, adalah mobilitas dari penumpang transportasi udara.

Dari laporan yang ia dapatkan, grafik transportasi udara di Bandara Juanda International Surabaya, terus mengalami kenaikan dari hari ke hari. Sedangkan untuk kendaraan darat yang keluar masuk Surabaya sebagai episentrum Covid-19 Jatim, tidak terlalu signifikan dan relatif stabil.

"Per hari bisa mencapai 1.400-1.500 penumpang, baik yang datang maupun berangkat dari Jatim. Walaupun sudah dilakukan screening, tapi ini juga bagian dari faktor yang bisa menaikkan jumlah kasus Covid-19 di Jatim," katanya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini