Jubir Presiden: UU Ciptaker untuk Seluruh Rakyat dan Masa Depan Indonesia Maju

Selasa, 3 November 2020 11:28 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jubir Presiden: UU Ciptaker untuk Seluruh Rakyat dan Masa Depan Indonesia Maju Fadjroel Rachman di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo resmi meneken Undang-Undang Cipta Kerja, Senin (2/11). Undang-undang Cipta Kerja diundangkan dalam nomor 11 tahun 2020. UU Cipta Kerja tersebut memuat 1.187 halaman dan sudah diunggah secara resmi dalam situs Setneg.go.id.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan, UU tersebut diteken bertujuan untuk seluruh rakyat Indonesia serta untuk kemajuan masa depan.

"UU Ciptaker ini adalah UU untuk seluruh rakyat Indonesia dan untuk masa depan Indonesia Maju," kata Fadjroel dalam keterangan pers, Selasa (3/11).

Dia menjelaskan, UU tersebut diteken Jokowi pada 2 November kemarin. Setelah itu dapat diakses oleh masyarakat di laman Setneg.go.id.

"Alhamdulillah terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia dan puji syukur kepada Allah Swt Presiden joko widodo secara resmi menandatangani naskah uu cipta kerja," ungkapnya.

Sementara itu sejumlah elemen buruh resmi mendaftarkan gugatan uji materi atau judical review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Gugatan ini diajukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) versi Andi Gani Nena (AGN).

"Pendaftaran gugatan JR (judical review) UU cipta kerja Nomor 11/2020 sudah resmi tadi pagi didaftarkan ke MK di bagian penerimaan berkas perkara oleh KSPI dan KSPSI AGN," kata Presiden KSPI Said Iqbal, Selasa (3/11).

Said mengatakan, KSPI bersama buruh Indonesia secara tegas menolak dan meminta agar UU Cipta Kerja dibatalkan atau dicabut. Menurutnya, isi UU Cipta Kerja merugikan para buruh.

"Setelah kami pelajari, isi undang-undang tersebut khususnya terkait klaster ketenagakerjaan hampir seluruhnya merugikan kaum buruh," ujarnya.

Baca juga:
Bank BRI Beberkan 5 Dampak Positif UU Cipta Kerja Bagi Perbankan
Frasa 'Paling Banyak' dalam Aturan Pesangon PHK Resmi Dihapus di UU Cipta Kerja
PKS Sebut Ada Keanehan Pasal 5 dan 6 di UU Cipta Kerja
Setelah Diteken Jokowi, UU Cipta Kerja Digugat Buruh ke MK
Ketua MPR: Indonesia Berdikari Semangat yang Mendorong Lahirnya UU Cipta Kerja
Jokowi Teken UU Cipta Kerja Berisi 1.187 Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini