Jubir: JK Tidak Punya Sangkut Paut dengan Kepulangan Rizieq Syihab

Minggu, 22 November 2020 11:03 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jubir: JK Tidak Punya Sangkut Paut dengan Kepulangan Rizieq Syihab Imam Besar FPI Rizieq Shihab Tiba di Petamburan. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Juru bicara Wakil Presiden ke-10 dan 12 M Jusuf Kalla, Husain Abdullah menegaskan, JK tidak memiliki hubungan sama-sekali terkait dengan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS). Hal tersebut sekaligus menepis terkait cuitan Ferdinand Hutahean dalam akun twitternya.

"Saya ingin menegaskan, Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 M. Jusuf Kalla, tidak punya sangkut paut dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab. Pak JK tidak pernah mengkomunikasikan atau pun mendanai kepulangan HRS," kata Husain dalam keterangan pers yang didapat merdeka.com, Minggu (22/11).

Dia menjelaskan saat ini para buzzer sedang membangun opini terkait kepulangan HRS. Husain menuturkan perjalanan JK ke Vatikan dan Mekkah 20-25 Oktober 2020 lalu, untuk menemui Pemimpin Umat Khatolik Paus Fransiskus dalam rangka penjurian pemberian gelar Sayeed Award for Human and Fraternity, yang digagas Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmad Al Tayeb. Dalam kapasitasnya JK, kata Husain sebagai juri mewakili Asia atas penghargaan tersebut.

"Bersama 4 juri dari benua berbeda merasa perlu bertemu langsung dan berdiskusi tentang kriteria nominator untuk penghargaan ini. Setelah bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Pak JK melanjutkan perjalanan ke Riyadh Saudi Arabia, menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama Pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW yang akan dibangun di Jakarta," ungkap Husain.

Usai penandatanganan, JK melanjutkan ibadah umrah ke Mekkah dengan protokol kesehatan ketat. Dia menjelaskan perjalanan JK adalah murni misi kemanusiaan dan ibadah.

"Tidak bersangkut paut dengan kepulangan HRS, apalagi politik dalam negeri, apalagi 2024," ungkap Husain.

Husain juga mengingatkan kepada para buzzer untuk tidak menodai rangkaian perjalanan ini dengan narasi menyesatkan tanpa bukti.

"Sebagai negara Pancasila, kita wajib menghargai dan menghormati warga negara Indonesia yang melaksanakan ritual ibadah keagamaannya dan kiranya tidak dinodai dengan fitnah murahan," ungkap Husain. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini