JPU KPK Nilai Pleidoi Nurdin Abdullah Tidak Konsisten

Selasa, 23 November 2021 19:16 Reporter : Ihwan Fajar
JPU KPK Nilai Pleidoi Nurdin Abdullah Tidak Konsisten Sidang Pledoi Nurdin Abdullah. ©2021 Merdeka.com/Ihwan Fajar

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menganggap nota pembelaan atau pleidoi yang dibacakan terdakwa Nurdin Abdullah tidak konsisten. Pihak Nurdin Abdullah juga dianggap hanya mengutip sebagai kecil fakta.

JPU KPK Rikhi Benindo Maghazz mengatakan, setelah mendengarkan pleidoi Nurdin Abdullah, mengajukan replik lisan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

"Mereka menilai perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur (suap dan gratifikasi), tetapi di sisi lain menyatakan meminta keringanan. Itukan tidak konsisten," kata Rikhi kepada wartawan usai persidangan, Selasa (23/11).

Rikhi mengaku isi pleidoi Nurdin Abdullah pada umumnya meminta untuk dibebaskan dari tuntutan yang menjeratnya. Selain itu, kata dia, Nurdin Abdullah menilai tuntutan JPU KPK hanya asumsi dan pendapat saja.

"Di sini kami menyampaikan bahwa apa yang ada di tuntutan adalah analisa yuridis berdasarkan fakta persidangan. Kami juga kecewa dengan penasihat hukum yang mengutip hanya sebagian fakta dianggap menguntungkan bagi terdakwa, tidak mengutip secara utuh," tegasnya.

Rikhi menjelaskan jika penasihat hukum mengutip secara utuh fakta persidangan, maka akan sangat berbeda. Rikhi menegaskan tuntutan terhadap Nurdin Abdullah memenuhi unsur pidana penerimaan suap dan gratifikasi.

"Gratifikasi tadi disampaikan bahwa itu untuk sumbangan masjid dan lain-lain. Kalau sumbangan tentu tidak ke rekening pribadinya Nurdin Abdullah, tetapi ini diberikan kepada Nurdin Abdullah melalui Syamsul Bahri," kata dia.

Rikhi menambahkan setelah agenda pembacaan pleidoi tersebut, keputusan ada di tangan majelis hakim yang diketuai Ibrahim Palino.

"Sekarang tahapnya menunggu keputusan mengenai apakah putusan seperti apa. Apakah pleidoi ini menjadi pertimbangan majelis umum atau tidak," ucapnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini