JPU bantah ada novum dalam PK eks bupati Subang

Selasa, 17 Juli 2012 14:37 Reporter : Andrian Salam Wiyono
JPU bantah ada novum dalam PK eks bupati Subang Eep Hidayat. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) membantah adanya pengajuan bukti baru (Novum) pada sidang Peninjauan Kembali (PK) Mantan Bupati Subang Eep Hidayat. Sebab JPU menilai novum yang diajukan Eep itu sudah disinggung dalam persidangan.

Hal itu dikemukakan JPU dalam sidang dengan tanggapan jaksa atas memori PK yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Selasa (17/7).

"Seluruh novum yang diajukan oleh mantan Bupati Subang itu sudah disinggung dalam persidangan sebelumnya. Jadi tidak ada temuan baru," kata JPU Rachman Firdaus, di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (17/7).

Adapun novum yang diajukan Eep Hidayat dalam persidangan sebelumnya adalah surat keputusan dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan mengenai kriteria Biaya Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai dana insentif.

"Novum itu tidak ada, surat Kemendagri pada 13 April sudah terungkap dalam persidangan. Itu tidak bisa dianggap novum," kata dia.

Dalam memori PK-nya Eep sempat menyatakan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Eep mempertanyakan lembaga resmi yang menghitung kerugian negara itu tidak pernah disebutkan dalam persidangan.

Lantas JPU tidak membantah akan hal itu, karena kata dia, LHP tidak menyimpulkan ada atau tidaknya kerugian negara.

Rachman menambahkan yang berhak menentukan apakah perbuatan Eep Hidayat melawan hukum atau tidak adalah Jaksa dan Majelis Hakim. "Majelis hakim mahkamah agung kan sudah jelas bahwa perbuatannya melawan hukum. Jadi apa yang menjadi novum baru," tandasnya.

Seperti diketahui, Eep Hidayat oleh PN Bandung divonis bebas dalam kasus korupsi BP PBB Kabupaten Subang, namun dinyatakan bersalah oleh vonis kasasi MA yang menjatuhkan hukuman lima tahun penjara, denda Rp 200 juta, dan uang pengganti Rp 2,548 miliar. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Eep Hidayat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini