Joni mengaku tak sempat meminta sekolah gratis ke Jokowi

Kamis, 23 Agustus 2018 04:00 Reporter : Ananias Petrus
Joni mengaku tak sempat meminta sekolah gratis ke Jokowi Joni tiba di Kupang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Yohanes Gama Marhsal alias Joni, siswa kelas 1 SMP Negeri Silawan akhirnya kembali ke kampung halamannya di Desa Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah lima hari berada di Jakarta untuk menghadiri undangan Presiden Joko Widodo beserta pejabat negara lainnya.

Dia beserta kedua orang tuannya diundang ke istana negara, setelah video penyelamatan bendera merah putih tetap berkibar di tapal batas Indonesia-Timor Leste, saat upacara peringatan HUT RI ke 73 sedang berlangsung.

Tiba di Bandara El Tari Kupang, Rabu (22/8), dia bersama rombongan yang terdiri dari Kapolres dan Dandim Belu sebagai pendamping, serta kedua orang tuanya disambut hangat oleh Forkopimda di bawah pimpinan penjabat Gubernur NTT.

Joni mengaku, ketika bertemu Presiden Joko Widodo di istana, dirinya meminta untuk merenovasi rumah, serta satu unit sepeda agar digunakan ke sekolah ketika tiba kembali di kampung halaman.

"Setelah bertemu Pak Presiden rasanya senang sekali. Saya minta rumah sama sepeda kepada Pak Presiden, saya tidak sempat minta sekolah gratis, cita-cita saya tetap mau jadi tentara," ujar Joni singkat.

Joni dianggap pahlawan cilik masa kini oleh penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon, karena aksi heroiknya selamatkan bangsa di perbatasan. Bahkan pemerintah provinsi akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada Joni, hingga tingkat strata satu nanti.

"Saya sudah sampaikan pada saat kita rayakan kemerdekaan RI ke 73 saat malam tos kenegaraan, saya sudah tegaskan untuk memberikan beasiswa untuk Joni mulai sekarang sampai dia menyelesaikan strata satu, atau sampai dia sarjana. Sementara saya sudah siapkan dana bantuan untuk dia gunakan untuk keluarga lah, nanti kita serahkan di rumah jabatan,"kata Robert Simbolon di bandara.

Joni beserta rombongan direncanakan akan bertolak ke Kabupaten Belu, pada hari Kamis (23/8) besok karena masih melepas lelah di Kupang malam ini.

Nama Joni beberapa hari ini ramai dibicarakan skala nasional, lantaran aksi nekatnya memanjat tiang bendera agar merah putih tetap berkibar di perbatasan. Video heroiknya ini kemudian viral di media sosial dan mendapatkan pujian dari berbagai pihak, termasuk Presiden Joko Widodo. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini