Jokowi Yakin 2-3 Tahun Lagi Mobil Listrik Mulai Ramai di Indonesia

Rabu, 13 Oktober 2021 12:10 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Yakin 2-3 Tahun Lagi Mobil Listrik Mulai Ramai di Indonesia Jokowi di Malioboro. ©Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimis Indonesia bisa memproduksi mobil listrik pada 2 tahun - 3 tahun yang akan datang. Hal tersebut seiring dengan melakukan integrasi antara industri baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia dan Hot Strip Mil 2 yang dimiliki PT Krakatau Steel.

"Nanti bapak ibu bisa lihat 2 atau 3 tahun lagi yang namanya mobil listrik akan mulai bermunculan dari negara kita," kata Jokowi saat memberikan arahan dalam acara peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI di Istana Kepresidenan dalam siaran youtube sekretariat presiden, Rabu (13/10).

Dia menjelaksan, dengan adanya integrasi tersebut dapat menjadi nilai tambah pada sektor industri otomotif. Sebab, kata dia, krakatau steel dapat memasok baja berkualitas untuk pasar otomotif, termasuk untuk pengembangan industri mobil listrik nasional.

"Jangan sampai kita kehilangan kesempatan lagi, dulu ada booming minyak, booming kayu kita kehilangan, minerba ini tidak, minerba harus jadi fondasi kita dalam rangka memajukan bangsa kita," bebernya.

Sebelumnya diketahui, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia memastikan, produsen kendaraan asal Korea Selatan Hyundai akan mulai memproduksi mobil listrik pada Mei 2022. Ini setelah konsorsium Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat.

Bahlil menyebut, rencana produksi mobil listrik sudah dicanangkan sejak 2019 lalu. Setelah itu, pemerintah menandatangani kerja sama dengan Hyundai untuk membangun pabrik mobil yang sudah dilakukan sejak 2020 dan sudah 100 persen produksi untuk mobil konvensionalnya.

"Kemudian mobil listrik pada 2022 bulan Mei. Ini bukan baru akan, jadi jangan persepsi. Tahun 2022 bulan Mei itu sudah produksi mobil listrik buatan Hyundai," kata dia dalam konferensi pers, Jumat (17/9).

Konsorsium Hyundai terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution yang bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) selaku holding dari empat BUMN, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam.

Sementara untuk fasilitas sel baterai yang baru groundbreaking ini rencananya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 Giga watt Hour (GwH), yang nantinya akan menyuplai kendaraan listrik produksi Hyundai. Secara keseluruhan investasi proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai USD 9,8 miliar.

Dia menambahkan, pemerintah akan membangun produksi mobil listrik ini mulai dari hulu sampai ke hilirnya. Setelah membangun pabrik mobil dan memproduksi baterai listriknya, pemerintah juga mendorong pembangunan prekursor ketot dan smelter untuk hilirisasi produk nikel yang melimpah di dalam negeri.

"Ini kita lakukan karena kita sadari negara-negara tetangga kita itu tidak ingin untuk Indonesia menjadi salah satu negara produsen baterai di dunia. Mereka ingin bahan baku dari kita, mereka mau bangun di negara mereka supaya made ini negara A, made in negara B," tandasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini