Jokowi ungkap alasan bawa menteri secukupnya saat ke luar negeri

Senin, 17 November 2014 01:08 Reporter : Iqbal Fadil
Jokowi ungkap alasan bawa menteri secukupnya saat ke luar negeri Jokowi hadiri G20 di Australia. ©AFP PHOTO/Peter Parks

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai efektif membawa rombongan kecil dalam kunjungan ke luar negeri. Berbeda dengan Presiden SBY yang selalu membawa menteri dan rombongan yang lebih banyak.

"Ya saya bawa dua menteri cukup, waktu di APEC tiga menteri cukup. Karena yang berhubungan," kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Pesawat Kepresidenan, sesaat sebelum mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (16/11) malam seperti dikutip Antara.

Menurut Jokowi, asalkan semua materi disiapkan terlebih dahulu tidak perlu membawa banyak perangkat dalam kunjungan kerja ke luar negeri. "Di Pertemuan Puncak G20 banyak berhubungan dengan keuangan jadi saya bawa menteri keuangan. Kalo Bu Menlu wajib ikut terus," katanya.

Dalam kunjungan kerja pertamanya ke luar negeri, Presiden Jokowi melawat ke Beijing untuk mengikuti Pertemuan Puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), ke Myanmar untuk mengikuti Pertemuan Puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Asia Timur serta Pertemuan Puncak G20 di Australia.

Di China, Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menlu Retno L.P Marsudi, Mendag Rahmat Gobel dan Seskab Andi Widjajanto. Turut serta dalam rombongan tersebut adalah pengamat senior Rizal Sukma dan Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Di Australia, Presiden didampingi oleh Menlu Retno LP Marsudi dan Menkeu serta Rizal Sukma, sisa rombongan yang lain berhenti di Bali, saat pesawat kepresidenan singgah untuk mengisi bahan bakar.

Topik pilihan: Susi Pudjiastuti | Ignasius Jonan

Secara keseluruhan rombongan inti Presiden Jokowi berjumlah sekitar 50 orang termasuk pasukan pengamanan presiden dan wartawan sehingga semuanya dapat tertampung dalam pesawat kepresidenan.

Saat ditanya lebih lanjut tentang kesannya dalam kunjungan perdananya itu, Presiden menilai tidak ada yang luar biasa karena negara-negara sahabat tersebut juga menghargai serta menghormati Indonesia sebagai negara demokrasi dan berpenduduk muslim terbanyak.

Ia mengaku banyak berbincang-bincang dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. dan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam lawatan tiga negara itu.

Pada kesempatan itu Presiden juga berkomitmen untuk meminta para menteri terkait menindaklanjuti hasil kunjungan kerjanya itu.

Turut mendampingi dalam konferensi pers yang dilakukan di ruang duduk VVIP Pesawat Kepresidenan itu adalah Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

Pesawat kepresidenan yang membawa presiden beserta rombongan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 19.30 WIB setelah bertolak dari Brisbane, Australia sekitar pukul 15.00 waktu setempat. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini