Jokowi tak melirik KPK

Jumat, 18 Agustus 2017 10:06 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Jokowi tak melirik KPK Upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan tiga kali bicara di hadapan ratusan anggota DPR-DPD-MPR dalam sidang tahunan MPR pada 16 Agustus lalu. Dalam kesempatan itu, banyak pujian yang dialamatkan kepada sejumlah lembaga negara.

Jokowi memuji kinerja lembaga legislatif. MPR dinilai menjembatani arus pemikiran dan mampu membingkai NKRI. MPR dinilai teguh menjaga Pancasila sebagai pemandu kehidupan bermasyarakat,

berbangsa, dan bernegara.

Meskipun DPR kerap mendapat sorotan dan cibiran, Jokowi tetap memuji. Jokowi nilai, DPR terus melanjutkan reformasi internal dan menjadi lembaga representasi rakyat yang makin modern dan dipercaya.

"Yang tidak kalah penting adalah DPR juga melanjutkan diplomasi parlemen untuk memperkuat kerjasama Indonesia dengan negara-negara sahabat guna memperjuangkan kepentingan nasional dan pencarian solusi atas berbagai permasalahan internasional," kata Jokowi dalam pidatonya.

DPD juga tak kalah mendapatkan pujian. Jokowi nilai DPD terus memantapkan peran konstitusionalnya sebagai penampung dan penyalur aspirasi masyarakat dan daerah. Sungguh kita berbesar hati karena DPD telah menunjukkan kinerja dan kematangannya dalam melewati masa-masa sulit konsolidasi internalnya.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga tak luput dari pujian Jokowi. Begitu juga Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Yudisial (KY) mendapatkan apresiasi dari Jokowi.

Dalam pidato keduanya, Jokowi juga menyinggung Polri dan TNI. Kedua lembaga ini menjadi yang terdepan menjaga keamanan. Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Polri dan TNI yang telah memberantas narkoba dan terorisme.

Sayang, di antara puja dan puji Jokowi, tak satupun terdengar disinggung untuk KPK. KPK yang dinilai selama ini mampu menindak tegas para politisi Senayan dan kepala daerah, tak mendapat apresiasi dari Jokowi dalam pidatonya. Jokowi hanya menyingung sedikit dengan satu kalimat yang diplomatis.

"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama memerangi korupsi. Pemerintah mendukung setiap usaha, dari semua pihak, dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta memperkuat KPK," kata Jokowi.

Di ujung pidatonya, Jokowi juga menyinggung tentang konflik internasional yang terjadi di Suriah serta Myanmar dan mengutuk pelarangan ibadah umat Muslim di Masjid Al-Aqsa. Selanjutnya, Jokowi memuji kinerja Polri dan TNI yang telah menjaga dan mengamankan terselenggaranya Pilkada serentak 2017 dengan baik.

Sebagai bagian penting dalam menjaga momentum kegembiraan demokrasi rakyat itu, kata Jokowi, Pemerintah terus memperhatikan stabilitas keamanan, serta mendorong peningkatan kemampuan, profesionalitas, dan kesejahteraan TNI dan POLRI.

"Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia berterimakasih pada TNI karena selalu setia pada NKRI, selalu siaga menjaga kedaulatan bangsa dan negara, termasuk dari infiltrasi gerakan terorisme global," kata Jokowi lagi.

Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, kata dia, juga berterimakasih pada Polri karena selalu menjaga rasa aman masyarakat, termasuk keberhasilan Polri, BNN, dan Ditjen Bea Cukai dalam membongkar penyelundupan 1 ton sabu.

"Ke depan, TNI dan POLRI harus terus kita perkuat sebab tantangan ke depan sangat kompleks dan berubah sangat cepat. Tantangan pertahanan dan keamanan yang kita hadapi tidak lagi dalam paradigma Jawa Sentris, melainkan Indonesia Sentris. Karena itu, gelar pasukan TNI, serta strategi pertahanan kita, harus bisa menjaga setiap jengkal tanah, setiap ombak lautan, dan setiap kaki langit Tanah Air Indonesia," kata dia. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini