Jokowi Tak Berdaya di Jabar, Dedi Mulyadi Nilai Persepsi Warga Sejak 2014 Tak Berubah

Kamis, 18 April 2019 15:07 Reporter : Aksara Bebey
Jokowi Tak Berdaya di Jabar, Dedi Mulyadi Nilai Persepsi Warga Sejak 2014 Tak Berubah Jokowi nyoblos. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Hasil quick count sementara Pilpres 2019, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin takluk dari rivalnya, capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, untuk di wilayah Jawa Barat.

Dari hasil quick count yang dilakukan SMRC, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin hanya mengantongi 39,98 persen suara. Sedangkan lawannya yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 60,02 persen. Sementara dari hasil quick count yang dilakukan Charta Politika, pasangan Jokowi-Ma'ruf meraih 44,4 persen suara di Jawa Barat. Kalah dari rivalnya yakni Prabowo-Sandi yang mendapat 55,6 persen.

Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Maruf Amin wilayah Jawa Barat mengakui keunggulan suara Prabowo Subianto. Menurut TKD, faktor serangan hoaks efektif mempengaruhi persepsi positif capres nomor urut 01 menjadi negatif.

Ketua TKD Jabar, Dedi Mulyadi menegaskan seluruh tim sudah maksimal melakukan kampanye sekaligus meluruskan informasi yang keliru. Namun, hal itu tidak cukup mengubah pikiran sebagian besar masyarakat Jawa Barat kepada Jokowi yang sering diserang dengan isu politik identitas.

"Persepsi warga Jabar tidak mengalami perubahan dari tahun 2014. Ikhtiar politik sudah maksimal, dari mulai pembentukan opini, door to door ke masyarakat. Saya pun ikut terjun kampanye ke masyarakat," ucapnya saat ditemui di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Kamis (18/4).

Semua informasi yang dimunculkan di media sosial pun efektif diterima oleh warga Jawa Barat yang tingkat pemahaman dan cakupan penguasaan teknologi informasi sudah tinggi. Terlebih, mayoritas masyarakat Jawa Barat sudah dikategorikan sebagai kaum urban.

"Dari sisi hitungan politik atau program. Kita tak ngomongin infrastruktur. PKH (Program Keluarga Harapan) saja yang sudah disalurkan ke 1,7 juta penerima manfaat. Tapi efek politik tidak cukup tinggi," imbuhnya.

"Rumor dan gosip di medsos mendominasi pikiran Jabar yang kita ketahui akses informasinya tinggi. Diserangnya sentimen agama. Ini sudah sampai ke ujung kampung," terangnya.

Mengenai isu sentimen agama, sosok Maruf Amin yang dikenal sebagai kyai diakui tidak cukup kuat menangkalnya. Karena, kata dia, persepsi negatif yang sudah dibangun kepada Jokowi sangat massif.

Disinggung mengenai survei internal TKD Jabar, pria yang akrab disapa Demul ini mengungkapkan hasilnya tidak berbeda jauh dengan hitung cepat berbagai lembaga survei yang sudah dirilis di media massa. Selisihnya 60 persen dan 40 persen untuk kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Secara pribadi dia mempercayai metode yang digunakan sejumlah lembaga survei yang melakukan hitung cepat. Hasilnya bisa dikatakan 90 persen akurat. Menurutnya, lembaga survei bukan timses. Mereka tidak mungkin menambah atau mengurangi angka karena memperhitungkan kredibilitasnya.

"Ya kan kita bisa lihat hitung cepat pak Jokowi secara nasional menang," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini