Jokowi Sudah Panggil Menteri Terseret Kasus di KPK

Rabu, 8 Mei 2019 14:15 Reporter : Supriatin
Jokowi Sudah Panggil Menteri Terseret Kasus di KPK Jokowi pimpin rapat pemindahan Ibu Kota. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi menuturkan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memanggil menteri yang terseret kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi meminta penjelasan mengenai kasus yang dihadapi menteri tersebut.

"Pasti Pak Presiden meminta penjelasan yang bersangkutan kenapa diperiksa oleh KPK," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/5).

Dalam setiap kesempatan, Jokowi selalu mengingatkan para menterinya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Jokowi tidak ingin menteri merampok uang rakyat.

"Di dalam peringatan itu Presiden mengingatkan kepada jajarannya untuk tidak merampok uang rakyat. Nanti akan berurusan dengan penegak hukum," jelas Johan.

Di tengah sejumlah menteri terlibat kasus hukum, kabar reshuffle Kabinet Kerja semakin berhembus kencang. Johan mengisyaratkan reshuffle dilakukan setelah Idul Fitri 2019. Namun, dia tidak memastikan apakah reshuffle dilakukan lantaran ada menteri yang terseret kasus hukum.

"Keputusan mengganti seseorang menteri itu ada beberapa alasan selain kinerja. Di antara nya ketika menteri tersangkut hukum dan berstatus sebagai tersangka, itu pasti akan diganti. Misalnya ada satu menteri beberapa waktu lalu berurusan dengan KPK dan yang bersangkutan mengundurkan diri dan langsung diganti," jelasnya.

Isu reshuffle Kabinet Kerja mencuat setelah sejumlah menteri terseret kasus hukum di KPK. Mereka adalah Mendag Enggartiasto Lukita, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Enggar diduga terlibat dalam kasus suap yang melibatkan anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso.

Sementara Lukman Hakim tengah diperiksa KPK terkait kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama yang dilakukan eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Sedangkan Imam Nahrawi diduga terlibat kasus suap penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini