Jokowi soal Tax Amnesty: Mau gunakan silakan, jika tidak hati-hati

Jumat, 1 Juli 2016 11:31 Reporter : Supriatin
Jokowi soal Tax Amnesty: Mau gunakan silakan, jika tidak hati-hati Presiden Jokowi saksikan penandatangan enam proyek strategis.. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengajak warga negara Indonesia yang menyimpan uang di luar negeri segera mengambil dan menyimpan di Tamah Air setelah UU Tax Amnesty resmi diberlakukan sejak hari ini hingga 31 Maret 2017. Jika ada yang menyepelekan imbauan ini, pria yang akrab disapa Jokowi ini mengingatkan berhati-hati.

"Tax Amnesty ini kesempatan yang tidak akan terulang lagi. Ini yang terakhir, yang mau menggunakan silakan, yang tidak hati-hati," ujar Presiden saat memberikan sambutan dalam acara Pencanangan Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (1/7).

Kepada warga negara yang siap menyimpan uangnya di dalam negeri, Presiden memastikan ada instrumen yang menjamin keamanannya. Instrumen ini tengah dipersiapkan Gubernur Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah menteri terkait.

Dalam instrumen yang dibuat, Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri hingga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga dilibatkan.

"Supaya semuanya terang menerang dan gamblang, bahwa ini hanya untuk satu, untuk pembangunan bangsa dan negara. Tidak ada yang lain. Instrumen-instrumen itu jelas, ada surat berharga negara (SBN), ada nanti infrastruktur bond, ada reksadana, penyertaan terbatas, juga disiapkan trust fund, kontrak pengelolaan dana. Semua disiapkan, obligasi BUMN juga disiapkan. Jadi mau masuk kemanapun sudah disiapkan instrumennya," papar Presiden. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tax Amnesty
  3. Presiden Jokowi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini