Jokowi Sebut Tol Semarang-Demak juga Berfungsi untuk Pengendalian Banjir

Jumat, 11 Juni 2021 18:39 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Jokowi Sebut Tol Semarang-Demak juga Berfungsi untuk Pengendalian Banjir Presiden Jokowi tinjau pembangunan Tol Semarang-Demak. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak tepatnya seksi II di Sayung-Demak, Jumat (11/6). Dia menyebut jalan tol punya fungsi keistimewaan sendiri tidak hanya sebagai penghubung, tetapi juga sebagai tanggul laut yang akan berfungsi sebagai pengendalian banjir.

"Jalan Tol Semarang Demak ini juga akan berfungsi untuk pengendalian banjir dengan adanya fungsi kolam retensi, dan adanya nanti tanggul laut dan pengembangan area yang tadinya terendam menjadi kering," kata Jokowi saat meninjau Tol Semarang-Demak di Kabupaten Demak, Jumat (11/6).

Dia berharap, keberadaan tol ini nantinya akan mengurangi kemacetan lalu lintas. Terutama dari Kaligawe menuju ke Bandar Udara Ahmad Yani Semarang.

"Jalan tol ini harapannya bisa mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan Kaligawe dan Bandar Udara ahmad Yani, ini yang sudah berpuluh-puluh tahun selalu macet baik karena kendaraan-kendaraan besar yang semuanya lewat di jalur ini," ujarnya.

Nantinya, kawasan di sekitar tol Semarang Demak Seksi II yang saat ini masih terendam rob akan menjadi kering. Jokowi berharap ke depan bisa digunakan menjadi kawasan industri dan pendukungnya.

"Serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kita harapkan ini segera bisa diselesaikan sehingga sekali lagi, mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah," ungkapnya.

Progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut tersebut merupakan bagian dari jaringan Tol Jawa Koridor pantai utara Jawa.

"Koridor ini akan menghubungkan, Semarang, Demak, Rembang, Tuban dan Gresik, dan yang untuk ruas Gresik Surabaya telah terhubung jalan tol dan telah dioperasikan," jelasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku harus ada ketegasan agar masyarakat nantinya tidak dirugikan atas PSN Tol Semarang-Demak. Hal itu mengingat, bila tanah warga tenggelam air laut, tidak bisa mendapat ganti rugi karena dinyatakan musnah, akibat bencana atau kondisi alam.

"Tol yang sebagai tanggul laut, ternyata masih terjadi perdebatan, yang menentukan tanah musnah. Siapa yang berwenang, agar rakyat tidak dirugikan. Karena kalau dinyatakan tanah musnah, tidak dapat ganti rugi," kata Ganjar.

Sebagai informasi, Jalan Tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut Kota Semarang ini memiliki panjang Total 26,70 KM terbagi menjadi dua seksi. Seksi I yaitu Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 KM dan seksi II yaitu Sayung-Demak yang ditinjau saat ini, sepanjang 16,31 KM.

Pembangunan Tol Semarang-Demak saat ini masih mengalami kendala, terutama status tanah warga tenggelam air laut. Itu terjadi di area tol Semarang I, yang berada di perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Sehingga Proyek Strategis Nasional (PSN) tol sekaligus penahan abrasi laut, tidak berjalan maksimal. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini