Jokowi Perintahkan Prabowo Garap Program Lumbung Pangan Nasional di Kalteng

Selasa, 7 Juli 2020 20:33 Reporter : Nur Habibie
Jokowi Perintahkan Prabowo Garap Program Lumbung Pangan Nasional di Kalteng Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Pertahanan untuk bertanggungjawab sebagai leading sector untuk memperkuat lumbung pangan atau food estate. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak dalam diskusi virtual.

"Hari ini Kemhan diberi tanggungjawab oleh presiden sebagai leading sector untuk memperkuat food estate. Yang sekarang misalnya hari Kamis Pak Menhan dan Pak Presiden akan meninjau lokasi di Kalimantan Tengah terkait rencana dengan food estate," kata Dahnil, Jakarta, Selasa (7/7).

Pengelolaan food estate itu nanti akan ditangani oleh prajurit TNI menghadapi ancaman biologi di masa akan datang seperti pandemi Covid-19.

"Sekarang era Covid-19 semua sadar betul ujung-ujungnya yang paling kita butuhkan adalah tempat tinggal dan pangan. Maka negara dalam hal ini Presiden, Pak Menhan merevitalisasi logistik kita, pangan kita dengan melalui food estate itu," ujarnya.

Menurutnya, belajar dari survey the economist tahun 2017 yang mengeluarkan hasil survey yang mana negara-negara mempunyai kekuatan ketahanan pangan yang stabil adalah Eropa dan Amerika Utara.

"Sedangkan Asia-Afrika yang memang sejak awal itu mendorong pertumbuhan kemudian industrialisasi justru meninggalkan sektor pertanian. Sedangkan Eropa dan Amerika sekarang sudah mulai deindustrialisasi malah mereka mulai masuk ke ekonomi hijau dan sebagainya," jelasnya.

"Akhirnya sektor pertanian mereka dapat subsidi besar-besaran. Ramalan The Economist 2030 justru Amerika Utara dan eropa punya ketahanan pangan yang kuat," sambungnya.

Selain itu, untuk menghadapi biologi lainnya dalam jangka panjang, Kementerian Pertahanan melalui Universitas Pertahanan mulai membuka program sarjana kedokteran, kimia, biologi dan bidang pendidikan yang berkaitan lainnya.

"Ini dalam rangka menjawab ancaman masa depan dan kita membutuhkan mereka yang ahli di bidang kesehatan, dokter, para ahli kimia, biologi," ungkapnya.

Menurutnya, Kementerian Pertahanan akan merevitalisasi 110 rumah sakit milik TNI untuk juga bisa membantu penanganan ancaman biologi seperti Covid-19 yang kini masih melanda Indonesia.

"Kemudian ya kita punya 110 RS TNI ini yang kemudian direvitalisasi oleh Kemhan untuk memastikan bisa menangani dan membantu membackup penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia," tutupnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini