Jokowi pasang bleketepe jelang resepsi Kahiyang-Bobby, ini maknanya

Selasa, 7 November 2017 10:12 Reporter : Arie Sunaryo
Jokowi pasang bleketepe jelang resepsi Kahiyang-Bobby, ini maknanya Jokowi pasang bleketepe. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana dan keluarga, Selasa (7/11) melakukan pemasangan bleketepe dan tuwuhan di kediaman pribadi, Sumber, Solo. Jokowi dan kedua putranya, Gibran Rakabuming serta Kaesang Pangarep mengenakan beskap landung berwarna orange dan blankon coklat. Sedangkan Ibu Negara dan keluarga perempuan mengenakan kebaya berwarna serupa.

Bleketepe dipasang di serambi pintu utama kediaman. Jokowi menaiki tangga, sementara Ibu Negara memegangi tangga. Sedangkan, Gibran membawa tuwuhan berupa untaian padi dan uba rampe lainnya. Usai memasang bleketepe, Jokowi membuka selubung penutup pisang raja di kedua sisi gapura.

Budayawan Solo, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo mengatakan, sejarah bleketepe diambil pada masa Ki Ageng Tarub di Puwodadi, Jawa Tengah yang akan menikahkan putranya Jaka Tarub. Saat itu dia menganyam satu tangkai blarak (daun kelapa) namun mampu mengayomi semua tamu yang hadir.

"Sampai sekarang masyarakat Jawa mengambil falsafah tersebut, mohon restu berkat sawabnya Ki Ageng Tarub. Supaya acara pernikahan berlangsung adem ayem dan semuanya kayoman atau selamat," jelas Kanjeng Win, panggilan akrab Winarno, saat ditemui merdeka.com, di Graha Saba Buana.

Usai memasang bleketepe, secara simbolis Jokowi juga memasang tuwuhan. Berupa pisang raja, untaian padi, daun beringin, cengkir gading (kelapa gading), pohon tebu dan lainnya.

Semua yang dipasang tersebut mengandung filosofi masing-masing.


"Daun beringin itu sebagai lambang pengayoman. Kemudian tuwuhan itu pasti pisang Raja. Itu pisang unggulan, pisang paling enak, paling mahal, filosofinya kedua pengantin nanti hidupnya mulia bagaikab raja. Tapi ojo kemraja raja, seperti raja tapi jangan mentang-mentang," jelasnya.

Pohon tebu wulung atau tebu yang paling manis, lanjut Kanjeng Win, bermakna agar mendapatkan kehidupan yang manis. Sedangkan padi mengandung makna agar rejekinya tercukupi. Dong opo-opo (macam-macam daun) bermakna agar dalam kehidupan berumah tangga nanti tidak mendapatkan halangan.

"Tujuannya mohon keselamatan mohon kecukupan dan pengayoman kepada Allah SWT," jelasnya.

Sebelum pasang bleketepe, sesuai adat Jawa, imbuh Kanjeng Win, presiden dan Ibu Negara melakukan adang sepisan (menanak nasi pertama) dan sungkeman oleh Kahiyang. Setelah itu baru dilakukan prosesi siraman, baik di kediaman Jokowi maupun di Hotel Alila. Prosesi siraman kedua calon mempelai telah selesai dan berjalan lancar.

Sejumlah pejabat hadir dalam prosesi siraman diantaranya Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Mensesneg Pratikno dan sejumlah kerabat Jokowi.

[rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini