Jokowi Pakai Baju Adat Timor Tengah Selatan, Bupati Bilang 'Saya Sangat Bangga'

Senin, 17 Agustus 2020 14:28 Reporter : Ananias Petrus
Jokowi Pakai Baju Adat Timor Tengah Selatan, Bupati Bilang 'Saya Sangat Bangga' Upacara peringatan HUT ke-75 RI di Istana. ©2020 Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo kembali membuat bangga masyarakat Nusa Tenggara Timur. Setelah sebelumnya mengenakan pakaian adat dari Kabupaten Sabu Raijua di Sidang Tahunan MPR.

Dalam upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat motif Hoineno Nunkolo, Timor Tengah Selatan, Senin (17/8).

Menanggapi itu momen itu, Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun, mengaku bangga karena orang nomor satu di Indonesia itu menggunakan pakian adat dari daerahnya.

"Sebagai orang Nusa Tenggara Timur, saya bangga karena Pak Presiden kenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan dengan motif khusus Amanatun. Saya sebagai bupati pertama dari Amanatun, saya sangat bangga," ujarnya, Senin (17/8).

Egusem mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi karena telah memilih pakian adat Nusa Tenggara Timur, sebagai busana resmi dalam acara kenegaraan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Viktor Laiskodat dan istrinya, Julie Laiskodat, yang memberikan perhatiaan khusus terhadap kain tenun.

"Ini berkat perjuangan Ibu Gubernur yang terus gencar mempromosikan motif Nusa Tenggara Timur. Beliau beberapa hari terakhir intens berkomunikasi dengan kami tentang motif yang dikenakan Pak Presiden," katanya.

Menurut Epy Tahun, sebagai bentuk kebanggaan upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia hari ini, seluruh pejabat daerah di Timor Tengah Selatan diwajibkan mengenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan dengan motif Amanatun.

"Kami juga pakai yang sama seperti Pak Presiden," katanya.

Dia berharap generasi muda terus mencintai dan melestarikan budaya serta pakian adat daerah di tengah perubahan zaman saat ini.

"Jangan sampai kita tergerus zaman dan lupa budaya kita. Generasi muda harus jadi penerus melestarikan semuanya," imbau Epy Tahun. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini