Jokowi Nilai Perkembangan Destinasi Wisata Candi Borobudur Masih Lambat

Jumat, 30 Agustus 2019 12:42 Reporter : Merdeka
Jokowi Nilai Perkembangan Destinasi Wisata Candi Borobudur Masih Lambat Jokowi di Candi Borobudur. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai perkembangan pengembangan destinasi wisata Candi Borobudur masih lambat. Dia menyebut banyak hal yang masih perlu dikerjakan agar Candi Borobudur menjadi destinasi wisata 'Bali Baru'.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai percepatan pengembangan destinasi wisata Borobudur di Patio Main Joglo, Plataran Borobudur Kabupaten Magelang. Menurut dia, pembangunan infrastruktur di lokasi wisata tersebut juga belum terlihat perkembangannya.

"Saya melihat progress di lapangan menurut saya masih belum cepat, masih lambat. Saya lihat juga masih belum cepat dan beberapa pengembangan fisik seperti tadi pagi yang sudah kita liat, saya kira masih sangat banyak hal yang perlu dikerjakan di kawasan sekitar Candi Borobudur," kata Jokowi di lokasi, Jumat (30/8).

Untuk itu, dia meminta agar jajaran menterinya mempercepat pengembangan destinasi wisata Candi Borobudur. Sebab, pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta yang diyakini dapat menarik wisatawan asing, ditargetkan rampung 2020.

"Ini juga berkaitan dengan nanti 2020 selesainya Bandara Internasional Yogyakarta yang kita harapkan nanti pada bulan Maret 2020 telah bisa digunakan secara penuh" ujarnya.

Selain pembangunan bandara internasional, pemerintah akan membangun akses jalan dari Kulon Progo ke Borobudur. Hal tersebut untuk mempersingkat waktu tempuh dari bandara menuju Borobudur.

"Ini banyak alternatif dan kemarin juga dari Pak Gubernur Jawa Tengah, ada usulan juga dari Pak Bupati Purworejo. Saya kira masukan-masukan yang ada sangat-sangat baik dan nantinya akan segera kita putuskan setelah studi lapangannya selesai," jelas dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga ingin agar tata ruang, tata kelola, dan manajemen segera dibenahi. Kepada jajarannya, Jokowi meminta agar rencana induk dan rencana detail pengembangan kawasan wisata borobudur segera diselesaikan.

"Begitu juga pengaturan tata ruang dan penentuan zona-zona pembangunan pariwisata harus segera disepakati. Kita atur bersama dan kita kendalikan," tutur Jokowi.

Jokowi menegaskan akan memantau dan mengevaluasi perkembangan pengembangan destinasi wisata, yang dikerjakan para menteri terkait. Setiap tiga bulan, dia akan meminta laporan secara berkala.

Hal ini juga berlaku untuk tiga destinasi wisata prioritas lainnya yaitu, Mandalika, Labuan Bajo, dan Danau Toba. Jokowi ingin pengerjaan empat destinasi wisata ini dikebut sebab dapat menjadi motor peningkatan devisa di tengah gejolak ekonomi global.

"Kemarin kita lihat juga Labuan Bajo saya juga optimis nanti akhir tahun 2020 juga akan selesai," pungkasnya.

Meski meminta perkembangan dipercepat, mantan Walikota Solo itu mengingatkan kementerian terkait untuk memperhatikan masalah penghijauan di kawasan wisata. Khususnya, di Danau Toba, Labuan Bajo, dan Mandalika.

"Kita harapkan betul-betul di akhir 2020 produk ini betul-betul siap untuk dipromosikan secara besar-besaran dan juga kita harapkan infrastruktur pendukung baik airport dan jalan menuju ke tempat-tempat yang kita telah dan dan akan kembangkan ini betul-betul bisa memberikan dukungan yang baik," kata Jokowi.

Dalam rapat kali ini, hadir Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Ada pula Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumiolo, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Reporter: Lisza Egeham [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini