Jokowi Minta Semua Pihak Waspada Usai Terima Laporan 137 Karhutla Awal 2021

Senin, 22 Februari 2021 17:15 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Minta Semua Pihak Waspada Usai Terima Laporan 137 Karhutla Awal 2021 Jokowi tinjau kebakaran hutan di Kalimantan. ©AFP PHOTO/Romeo Gacad

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan terdapat 137 kasus kebakaran hutan (karhutla) pada awal 2021. Rincian kasus karhutla tersebut berlangsung di Aceh ada 3 kejadian, Sumatera Utara 9 kejadian dan Riau 29 kejadian.

Selanjutnya di Kepulauan Riau 4 kejadian, Jambi ada 2 kejadian, dan Sumatera Selatan 5 kejadian. Kemudian karhutla berlangsung 52 kejadian di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah 12 kejadian, Sulawesi Tenggara 20 kejadian dserta Papua ada 1 kejadian.

"Saya terima laporan kebakaran hutan dan lahan telah mulai sejak awal Januari," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Peserta Rakornas Pengendalian Karhutla di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2).

Oleh sebab itu, Jokowi meminta agar para Gubernur terutama yang daerahnya rawan terjadi karhutla agar bisa segera menangani. Dia pun mengapresiasi wilayah Kalimantan Barat yang bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan

"Di Riau tadi disampaikan sudah 29 kejadian, ini hati-hati Pak Gubernur Riau meski bisa ditangani jangan sampai ada muncul lagi. Di Kalimantan Barat juga sama ada 52 kejadian, hati-hati kalbar, meski bisa tertangani tapi kita semua harus hati-hati," ujar dia.

Tidak hanya itu, dia juga mengapresiasi provinsi Riau yang tanggap untuk menetapkan status bencana darurat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan. Hal tersebut agar mencegah adanya karhutla yang lebih besar.

"Saya kira gubernur Riau benar, karena Riau termasuk untuk kebakaran hutan dari pengalaman yang lalu-lalu angkanya lebih tinggi dibanding provinsi yang lain," katanya.

Jokowi juga mengingatkan kepada pemerintah daerah di Sumatera untuk bisa mencegah karhutla lebih dini. Sebab pada Februari berpotensi lantaran mulai terjadi cuaca panas. Lalu pada Mei-Juli sebagian di Kalimantan dan sulawesi juga berpotensi kabakaran hutan dan lahan.

"Puncaknya Agustus dan September kita harus tahu puncaknya kapan jadi sehingga persiapannya apa dimulai dari sekarang, planning disiapkan organisasi dicek betul, sudah bekerja atau tidak, pada saat betul-betul panas, kita sudah siap semuanya," ungkapnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini