Jokowi Minta Perketat Protokol Kesehatan di Klaster Industri

Senin, 18 Mei 2020 13:07 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Minta Perketat Protokol Kesehatan di Klaster Industri Buruh pabrik rokok. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sektor industri di tanah air sudah menjalankan aktivitasnya kembali. Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para pelaku usaha sektor industri memperketat protokol kesehatan saat masa Pembatasan Berskala Besar (PSBB) agar memutus mata rantai Covid-19.

"Saya minta pengawasan protokol kesehatan di klaster industri di tingkatkan lagi, klaster industri perlu dilihat karena ini ada 1-2 yang mulai masuk ke sana," jelas Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Istana Merdeka,Jakarta, Senin (18/5).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan monitoring dan pemeriksaan lapangan terhadap industri yang memperoleh Izin Operasional dan Mobilitas Industri (IOMKI) selama masa Pembatasan Berskala Besar (PSBB). Hal ini agar industri yang memegang IOMKI dapat menjalankan aktivitas industri dengan terus mengedepankan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kemenperin mewajibkan perusahaan yang berproduksi di masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19 untuk menaati protokol kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan kegiatan. Hal ini seperti tertuang pada Surat Edaran Menteri Perindustrian No 4 Tahun 2020. Sedangkan untuk menjamin kepatuhan industri dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungan pabrik, Kemenperin telah menerbitkan Surat Edaran No. 8 Tahun 2020 tentang Kewajiban Pelaporan Bagi Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan yang memiliki IOMKI.

"Selama masa PSBB, kami wajibkan perusahaan industri yang memiliki IOMKI untuk memberikan pelaporan secara online seminggu sekali," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Sebelumnya, juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan PT Denso Indonesia di kawasan industri MM2100 telah kembali beroperasi. Sebelumnya, perusahaan Jepang itu tutup selama dua pekan akibat seorang buruh meninggal dunia karena terpapar virus Corona.

"Sudah beroperasi lagi sejak Senin kemarin," kata Alamsyah ketika dihubungi pada Selasa (5/5).

Alamsyah menuturkan, selama ditutup dua pekan kawasan perusahaan disterilisasi sebanyak tiga kali menggunakan cairan disinfektan. Pemerintah daerah, kata dia, juga melakukan tes massal terhadap buruh di sana.

Hasil tes massal, ditemukan dua buruh terinfeksi virus Corona. Keduanya terpapar akibat kontak erat dengan pasien positif yang meninggal dunia.

"Dua orang positif sekarang menjalani isolasi di Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang)," kata Alamsyah.

Adapun satu pabrik lagi di Jababeka belum dibuka karena masih menunggu hasil tes swab tiga orang buruh yang dinyatakan positif berdasarkan rapid test. "Tes swab sudah, hasilnya belum keluar," kata Alamsyah. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini