Jokowi Minta Mentan Lakukan Pembinaan Petani Sarang Burung Walet dan Tanaman Porang

Selasa, 4 Mei 2021 16:02 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Minta Mentan Lakukan Pembinaan Petani Sarang Burung Walet dan Tanaman Porang Kunjungan Jokowi di Indramayu. ©2021 Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk melakukan akselerasi dari hulu ke hilir para petani sarang burung walet dan tanaman porang. Mengingat dua komoditas ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cepat dan Indonesia merupakan salah satu penghasil ekspor sarang burung walet terbesar.

"Sesuai dengan petunjuk bapak Presiden mengakselerasi di hulu ke hilir, terutama dari mempersiapkan mengasisteni atau melakukan pembinaan baik porang, maupun sarang burung walet," kata Syahrul usai mengikuti rapat terbatas terkait Pengembangan Budidaya Sarang Burung Walet dan Tanaman Porang, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (4/5).

Kemudian yang kedua, Jokowi juga meminta agar Syahrul bisa menggolongkan daerah-daerah penghasil sarang burung walet. Sehingga dapat mempermudah untuk melakukan produksi.

Terakhir, Jokowi juga meminta agar Syahrul membuat regulasi yang berpihak pada petani, sehingga nilai ekspor yang didapat nantinya juga akan bermanfaat bagi masyarakat.

"Terakhir bapak Presiden meminta berpihak kepada rakyat tidak harus dibuat ribet, dibuat regulasi-regulasi yang tidak menghambat," ungkapnya.

Sebab itu, nantinya Syahrul bersama Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi akan semaksimal mungkin untuk bisa melakukan nilai ekspor sarang burung walet dan tanaman porang.

"Saya selaku Mentan bersama-sama dengan Mendag akan mencoba melakukan upaya maksimal memberikan ruang bagi petani porang dan petani rumah burung walet agar besok kita mendapat niat ekspor kepentingan negeri dan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, sarang burung walet memiliki nilai yang tinggi bagi Indonesia. Sebab saat ini Tanah Air jadi produsen utama untuk sarang burung walet untuk dunia, nilainya pun mencapai 80 persen.

"Sarang burung walet ini memiliki value, memiliki nilai yang luar biasa, sedangkan Indonesia menjadi produsen utama untuk sarang burung walet untuk dunia, bahkan kalau tidak salah hampir 80 persen kapasitas dunia itu disuplay Indonesia," ujarnya.

Dia membeberkan pada 2020 Indonesia dapat mengekspor sarang burung walet dengan jumlah USD 547 untuk kapasitas 1.316 ton sarang burung walet.

"Jadi kalau kita lihat dari jumlah tonage-nya itu kita melihat disparitas harga yang luar biasa. Disparitas harga itu terjadi karena memang negara-negara tujuan utama mempunyai harga yang berbeda," terangnya.

Lutfi mencontohkan Indonesia menjual sarang burung walet pada Hongkong hampir lebih dari 85 persen daripada ekspor, yaitu dengan harga perkilo USD 88. Sedangkan kata dia, di RRT harga perkilo yaitu lebih dari USD 1.500.

"sebab itu kita akan mengadakan shifting mengadakan persamaan aturan-aturan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan," jelasnya.

Walaupun demikian, nantinya tujuannya tetap akan satu yaitu untuk mencoba menggalakkan ekspor daripada kekayaan sarang burung walet. Sehingga mendapatkan hasil terbaik bagi para petani bagi industri dalam negeri.

"Kita akan bekerja bersama-sama tadi dipimpin oleh Bapak Presiden, Kementerian Perdagangan akan mengadakan streamlining daripada proses proses perizinan ekspor dan memastikan bahwa kita akan mendapatkan harga yang terbaik untuk sarang burung walet tersebut," tutup Lutfi. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini