Jokowi Minta BNPB Libatkan Pemuka Agama dalam Edukasi Bencana

Minggu, 3 Februari 2019 07:08 Reporter : Merdeka
Jokowi Minta BNPB Libatkan Pemuka Agama dalam Edukasi Bencana Presiden Jokowi berulang tahun. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera melakukan edukasi kebencanaan, terutama ke daerah-daerah rawan bencana. Jokowi ingin pemuka agama dilibatkan dalam memberikan edukasi bencana kepada masyarakat.

"Tahun ini harus dimulai edukasi kebencanaan baik di masyarakat, baik di sekolah-sekolah terutama di daerah yang rawan bencana sampai ke tingkat masyarakat. Sekolah-sekolah gunakan, masyarakat lewat pemuka agama gunakan," kata Jokowi dalam rakornas BNPB se-Indonesia di Jatim Expo Surabaya Jawa Timur, Sabtu (2/2).

Jokowi meminta agar BNPB memasang papan-papan peringatan serta rute-rute evakuasi. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan cepat menyelamatkan diri apabila terjadi bencana.

"Jangan kalau ada bencana ada yang lari ke timur, barat, dan utara. Harus jelas rute evakuasi itu menuju ke mana. Segera ini dikerjakan," tegasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan masyarakat Jepang saat menghadapi bencana. Menurut dia, masyarakat Jepang tak panik apabila diguncang gempa. Mereka akan tetap melakukan aktivitas sebelum sirene tanda tsunami berbunyi.

"Saya melihat video di Jepang misalnya, masyarakat baru makan ada gempa. Tetap makan, tidak panik. Tetapi begitu tanda sirene sudah nguing-nguing, baru lari tetapi rutenya juga jelas. Ke arah mana jelas. Hal-hal seperti ini yang harus mulai kita kerjakan," jelas Jokowi.

Dia juga meminta BNPB untuk melakukan simulasi penanganan bencana secara berkala dan teratur. Jokowi ingin masyarakat Indonesia siap saat bencana alam datang secara tiba-tiba.

"Meskipun bencana itu bukan hanya gempa, tsunami, dan tanah longsor, tetapi memang yang paling banyak menelan korban adalah di gempa bumi dan tsunami," ujarnya.

Jokowi menegaskan apabila ada kejadian bencana maka otomatis yang akan menjadi komandan satgas darurat adalah Gubernur. Kemudian, Pangdam dan Kapolda akan menjadi Wakil Komandan Satgas.

"Jangan dikit-dikit naik ke pusat," ucap Jokowi.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Presiden Jokowi
  2. BNPB
  3. Surabaya
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini