Jokowi menang, warga Jakarta ingin perubahan

Rabu, 11 Juli 2012 16:52 Reporter : Saugy Riyandi
Bundaran HI Macet. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis mengumumkan hasil perhitungan cepat Pilgub DKI Jakarta. Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama mengungguli kandidat lain dengan perolehan 42,64 persen disusul Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan 34,33 persen.

Posisi ketiga diisi Hidayat Nur Wahid-Didik Junaidi Rachbini dengan 11,97 persen. Lalu Faisal Basri-Biem Benyamin di posisi keempat dengan suara 4,8 persen. Peringkat kelima Alex Noerdin-Nono Sampono dengan 4,39 suara dan terakhir Hendardji Soepandji-A Riza Patria dengan 1,87 persen suara.

"Masyarakat Jakarta ingin perubahan. Ada beberapa aspek, pertama figur, program kerja dan masalah yang ada seperti, banjir dan transportasi serta kemacetan," ujar Direktur Puskaptis Husin Yazid di Jakarta, Rabu (11/7).

Husin memaparkan baru 65 persen data yang masuk. Dia mengambil sampel 440 responden di 6 kotamadya, 44 kecamatan, dan 129 kelurahan.

"Hasil ini sesuai dengan prediksi kita, rate Foke turun. Yang mengambang ada 33 persen dari Foke lari ke Jokowi," kata Husin.

Husin memaparkan jika ingin mengalahkan Jokowi di putaran kedua, maka Foke harus menggandeng PKS dan pendukung Hidayat. Menurutnya, mesin PKS memang berjalan, hanya saja figur Hidayat sudah tidak begitu menjual di Jakarta.

"Saat ini figur Hidayat kurang kuat," tutupnya. [ian]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.