Jokowi ke Kepala Daerah soal New Normal: Saran Pakar Dipakai jadi Tepat Sasaran

Selasa, 30 Juni 2020 14:17 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Jokowi ke Kepala Daerah soal New Normal: Saran Pakar Dipakai jadi Tepat Sasaran Jokowi Hadiri KTT ASEAN Virtual di Istana Bogor. ©2020 Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan sejumlah kepala daerah untuk tidak terburu-buru menerapkan new normal atau tatanan baru bisa secara data statistik belum mendukung. Dia meminta setiap kebijakan membuka tatanan baru harus meminta data lapangan dan pendapat yang mengacu pada pakar sebelum melakukan relaksasi pembatasan mobilitas masyarakat.

"Saran para pakar dipakai, jadi kalau mau menentukan kebijakan bisa tepat sasaran. Prioritaskan mana yang dibuka. Apakah industrinya memungkinkan silakan. Pariwisatanya memungkinkan dibuka silakan. Tapi harus dengan data yang jelas," kata Joko Widodo di Semarang, Selasa (30/6).

Dia mengungkapkan dengan data-data yang dikumpulkan dari para pakar maka kepala daerah bisa menentukan kebijakan yang tepat sasaran. Menurutnya, saat ini tidak harus tergesa-gesa membuka tatanan baru. Sebab harus melihat laju perekonomian dan kondisi kesehatan harus berjalan yang seimbang.

"Keduanya harus berjalan dengan baik. Untuk tiap hari tiap minggu wajib dimonitor terus, dievaluasi. Kalau keadaannya naik ya terpaksa ditutup lagi. Harus berani ambil kebijakan seperti itu," ungkapnya.

Nantinya apabila data mendukung, setiap kepala daerah harus menyiapkan tahapan menuju new normal. Adapun yang perlu dilakukan pertama yakni prakondisi, mensosialisasikan dengan baik kepada masyarakat soal pelaksanaan protokol kesehatan secara disiplin.

"Jangan sampai kita masuk new normal tapi datanya belum memungkinkan. Jangan dipaksakan, tapi tahapannya harus disiapkan. Harus ada pra kondisi, masuk lagi ke ketepatan waktu kapan dibuka. Jangan sampai RT-nya (effective reproduction number) tinggi masih dibuka. Jangan membuang kebijakan dengan data tidak jelas," ungkapnya.

Sementara berdasarkan data Gugus Tugas covid-19, penambahan kasus positif di Jateng cukup melonjak dalam satu pekan terakhir ini. Adapun per 29 Juni 2020, terdapat 198 terinfeksi covid-19 dalam satu hari. Dengan demikian total pasien positif 3.680 orang. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini