Jokowi: Jika Stunting Masih Tinggi, Kita Tidak Bisa Bersaing dengan Negara Lain

Selasa, 12 Februari 2019 12:24 Reporter : Merdeka
Jokowi: Jika Stunting Masih Tinggi, Kita Tidak Bisa Bersaing dengan Negara Lain Kampanye Cegah Stunting. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti persoalan stunting atau tumbuh kembang anak tidak sempurna. Jokowi mengatakan apabila angka stunting berada di titik terendah, sumber daya manusia Indonesia dapat bersaing dengan negara lain.

"Tidak mungkin kita bersaing sama negara lain dengan SDM kita, jika stunting setinggi itu. Tidak mungkin," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional di ICE BSD, Tangerang Banten, Selasa (12/2).

Pada 2014, angka stunting berada di angka 37 persen. Saat ini sudah turun menjadi 30 persen. Jokowi ingin stunting di Indonesia terus menurun dan hilang. Karena itu, Jokowi meminta jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja keras.

"Ini harus turun lagi menjadi 20 persen, menjadi 10 persen, dan hilang," jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepala-kepala dinas kesehatan di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk berkonsentrasi menghilangkan stunting di daerah.

"Kalau di kabupaten, kota, atau provinsi masih ada stunting. Kejar ini, selesaikan ini," ucap Jokowi.

Jokowi tak ingin Indonesia kalah dari negara lain. Untuk bisa bersaing, persoalan stunting hingga angka kematian ibu harus diselesaikan.

"Jangan sampai negara lain sudah berbicara virtual realty, internet of things, big data tapi kita berbicara stunting saja belum selesai, urusan angka kematian ibu belum rampung. Bagaimana negara ini akan bersaing, berkompetensi. Seperti ini yang harus kita selesaikan terlebih dahulu," jelasnya.

Reporter: Lizsa Egeham [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Stunting
  2. Jokowi
  3. Presiden Jokowi
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini