Jokowi Jengkel Sampai Singgung Reshuffle, Moeldoko Ibaratkan Strategi Militer

Senin, 29 Juni 2020 15:23 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Jengkel Sampai Singgung Reshuffle, Moeldoko Ibaratkan Strategi Militer Jokowi Konpres Revisi UU KPK. ©2019 Liputan6.com/HO/Kurniawan

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal dengan kinerja para pembantunya di tengah Pandemi Covid-19. Ia menilai langkah yang diambil para menteri biasa saja. Ancaman reshuffle atau membubarkan lembaga yang tidak optimal ia lontarkan.

Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut ancaman Jokowi bak strategi di dunia militer.

"Memang Presiden katakan akan ambil risiko, reputasi politik akan saya pertaruhkan. Maknanya Presiden ambil langkah contoh untuk bawahan. Dalam dunia militer, dalam hadapi situasi kritis ada tiga langkah panglima dan komandan," kata Moeldoko di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (29/6).

Dia menjelaskan cara Jokowi seperti langkah dalam dunia militer. Menurut Moeldoko yang dilakukan Mantan Wali Kota Solo tersebut hadir ke Surabaya seperti panglima yang selalu ada dalam kondisi krisis, salah satunya untuk meninjau zona merah.

"Itu ciri-ciri panglima selalu hadir situasi kritis. Kedua kerahkan senjata bantuan. Bansos itu bantuan. Dikerahkan agar solusi krisis," kata Moeldoko.

Kemudian mengerahkan kuatan cadangan. Yaitu saat terakhir saat ini kondisi krisis.

"Ketiga kerahkan kekuatan cadangan, saat-saat terakhir, karena ketika situasi cadangan dikeluarkan, maka situasi mulai sangat jelek. Jangan sampai gunakan ini," kata Moeldoko.

1 dari 1 halaman

Kinerja Para Menteri Biasa Saja, Jokowi Ancam Reshuffle

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah,"kata Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Kamis (18/6).

Video itu baru dikeluarkan oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden pada Youtube Sekretariat Presiden pada hari ini Minggu (28/6).

Kepala negara ingin para menterinya bekerja luar biasa di tengah pandemi. Dia menegaskan, kerja keras dalam suasana corona sangat diperlukan.

"Artinya tindakan-tindakan yang extra ordinary keras akan saya lakukan. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Saya betul-betul minta pada bapak ibu dan sodara sekalian mengerti memahami apa yang tadi saya sampaikan. Kerja keras, dalam suasana seperti ini sangat diperlukan," tuturnya. [rhm]

Baca juga:
Demokrat: Ada Kalangan Anggap Kemarahan Jokowi ke Menteri Pencitraan Belaka
Ditegur Jokowi, Kemenkes Ungkap Alasan Insentif Tenaga Medis Tak Kunjung Cair
PDIP Nilai Wajar Jokowi Marah Hingga Ancam Reshuffle Kabinet
Jokowi Bicara Reshuffle, PPP Sindir Kinerja Menteri Soal PSBB & TKA China
PAN: Jokowi Sudah Merasa Ada yang Tak Beres Dalam Kabinetnya
Jokowi Bicara Reshuffle, PDIP Soroti Menteri Bidang Ekonomi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini