Jokowi: Jembatani Negara Berselisih, Kepemimpinan Global Indonesia di Titik Puncak

Sabtu, 26 November 2022 13:47 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi: Jembatani Negara Berselisih, Kepemimpinan Global Indonesia di Titik Puncak Senyum Biden dan Xi Jinping saat BertemudiKTTG20Bali. ©2022 REUTERS/Kevin Lamarque

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bangga lantaran Indonesia berhasil menjadi jembatan bagi negara-negara yang berselisih. Menurut Jokowi, buktinya pada saat KTT G20, Indonesia bisa diterima oleh berbagai pihak.

"Saat G20 Indonesia juga berhasil menjadi jembatan dari negara-negara yang saling berselisih kita berada di tengah bisa jadi jembatan bisa diterima dari sini, dari sana, sebelah kanan kiri," kata Jokowi dalam acara Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Senayaan, Jakarta, Sabtu (26/11).

Jokowi menyatakan, kepemimpinan Indonesia sudah diakui Dunia internasional. Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata. Karena itu, Bangsa Indonesia harus berbangga.

"Artinya kepemimpinan global Indonesia sekarang ini berada di titik puncaknya! oleh sebab itu kita wajib bersyukur," ucapnya.

Kepala negara mengungkap, negara- besar tidak kuat menahan gejala resesi global. Tetapi, dengan kewaspadaan yang baik Indonesia bisa bertahan dan angka pertumbuhan ekonomi naik 5,72 persen.

"Alhamdulilah kita patut bersyukur ini kita tidak sombong tapi kita dipuji di mana-mana," ucap Jokowi.

2 dari 2 halaman

Biden dan Jinping Bertemu di KTT G20

Untuk diketahui, Pertemuan bersejarah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan timpalannya dari China Presiden Xi Jinping terjadi di Bali pada Senin (14/11), menjelang KTT G20. Ini pertemuan tatap muka pertama kedua pemimpin di tengah memanasnya hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam itu, Biden menyampaikan kepada Xi, mereka berdua bertanggung jawab untuk mencegah persaingan kekuatan kedua negara menjadi konflik.

Sebelum melangsungkan perundingan, kedua pemimpin saling membalas senyum dan berjabat tangan dengan hangat di depan bendera kedua negara, seperti dilansir Reuters.

"Sangat senang bertemu dengan Anda," sapa Biden kepada Xi, sambil merangkulnya.

Menurut catatan Gedung Putih, Biden membahas sejumlah isu berat selama tiga jam tersebut, termasuk keberatan AS atas tindakan agresif China terhadap Taiwan dan juga membahas soal dugaan pelanggaran HAM China di Xinjiang, Tibet, dan Hong Kong.

"Sebagai pemimpin kedua negara, kami sama-sama bertanggung jawab, menurut pandangan saya, untuk menunjukkan bahwa China dan AS bisa mengatasi perbedaan kami, mencegah persaingan menjadi konflik, dan menemukan jalan untuk bekerja sama dalam isu-isu global yang memerlukan kerjasama yang saling menguntungkan," jelas Biden dalam pidatonya di depan wartawan.

Menanggapi Biden, Xi mengatakan hubungan antara kedua negara tidak sesuai dengan ekspektasi global.

"Jadi kita perlu memetakan arah yang tepat untuk hubungan China-AS. Kita perlu menemukan arah yang tepat untuk hubungan bilateral ke depan dan meningkatkan hubungan," kata Xi.

"Dunia berharao China dan Amerika Serikat dapat mengelola hubungan dengan baik," katanya, seraya menambahkan bahwa dia berharap dapat bekerja sama dengan Biden untuk membawa hubungan itu kembali ke jalur yang benar.

[noe]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini