Jokowi Ingatkan Ganjar: Jangan Paksa New Normal Tanpa Perhatikan Kesehatan

Selasa, 30 Juni 2020 10:37 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Ingatkan Ganjar: Jangan Paksa New Normal Tanpa Perhatikan Kesehatan Jokowi pimpin ratas antisipasi karhutla secara tatap muka. ©ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL

Merdeka.com - Jokowi mengingatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan jajarannya kepala daerah lainnya untuk tidak gegabah membuka keran new normal, sedangkan ancaman Covid-19 masih nyata.

"Saya titip jangan sampai membuka pada tatanan baru (new normal) tetapi tidak melalui tahapan yang benar, ancamannya masih tinggi, kondisinya juga sangat dinamis. Jangan sampai muncul gelombang kedua," katanya di Jawa Tengah, Selasa (30/6)..

Dia menegaskan, krisis dihadapi dunia, termasuk Indonesia buka hanya soal kesehatan, tapi juga masalah ekonomi. Menurutnya, permintaan di pasar tengah terganggu, dikarenakan suplai dan produksinya yang juga terimbas.

Presiden memaparkan, pada kuartal I Indonesia bisa tumbuh dalam keadaan normal, sebesar 2,97 persen. Namun masuk pada kuartal II, mulai timbul kekhawatiran karena posisi minus.

Kendati, lanjut dia, kontraksi ekonomi tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan hal serupa juga diterima hampir di semua negara yang diperkirakan di tahun 2020 akan terkontraksi dari -6 sampai -7,6 persen.

"Global dunia sudah masuk ke yang namanya resesi. Dan bahkan saya sampaikan, tahun ini Singapura diprediksi -6,8 Malay -8, AS -9,7, Inggris -15,4, Jerman -11,2, Prancis -17,2, Jepang -8,3," beber Jokowi

Karenanya Presiden meminta untuk berhati-hati betul dalam mengelola dan memanajemeni krisis saat ini. Tujuannya, agar urusan kesehatan dan ekonomi bisa berjalan beriringan.

"Saya harap atur betul gas dan rem, jangan ekonomi bagus tapi Covid naik. Bukan itu yang kita inginkan, jangan sampai kita berani membuka, masuk ke new normal tetapi keadaan data masih belum memungkinkan. Jangan dipaksa," terangnya.

1 dari 1 halaman

Cara Efektif Tangani Corona dengan Strategi Intervensi Berbasis Lokal

Jokowi mengungkapkan, strategi yang efektif untuk menangani virus corona dengan cara intervensi berbasis lokal.

"Menurut saya, posisi sekarang ini strategi intervensi yang berbasis lokal itu yang paling efektif untuk menangani Covid," katanya.

Strategi intervensi lokal yang dimaksud ialah mengkarantina dan mengisolasi RT, RW, kampung maupun desa. Menurutnya, cara itu lebih efektif dari pada mengkarantina kota atau kabupaten.

"Jadi strategi ini agar kita pakai bersama sama sehingga kita harapkan terjadi penurunan di RT maupun RW," ucapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berterima kasih atas kerja keras jajaran Pemprov Jawa Tengah dalam memandang Covid-19. Dia harap, pada bulan Juli virus Corona bisa hilang di Jateng dan ekonomi kembali tumbuh.

"Saya harapkan dalam bulan depan, Juli betul-betul kita semuanya bekerja keras sehingga Jawa Tengah turun dan yang kena Covid bisa hilang dan ekonomi kita bisa merangkak kepada sebuah pertumbuhan yang normal kembali," jelasnya.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Tempat Hiburan Malam Kembali Dibuka di Semarang, Begini Protokol Kesehatannya
Warga Kota Bengkulu Boleh Gelar Pesta Pernikahan, Ini Syaratnya
Wapres Minta Reformasi Birokrasi Harus Tetap Optimal saat New Normal
Melihat Kemacetan Ibu Kota yang Kembali 'Normal'
Ridwan Kamil: Sukabumi Masuk Zona Hijau, Boleh Siapkan Simulasi Sekolah Fisik
Siap Hadapi New Normal, Ini 5 Potret Baju Anti Virus ala Tantri Kotak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini