'Jokowi harus beri perlindungan TKW di luar negeri'

Minggu, 8 Februari 2015 13:01 Reporter : Nurul Tirsa Sari
'Jokowi harus beri perlindungan TKW di luar negeri' Pelatihan TKW. ©AFP PHOTO/ROMEO GACAD

Merdeka.com - Aktivis perempuan satu suara mengkritik 10 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka menilai belum ada terobosan positif untuk melindungi kaum hawa.

"Kita harus bisa kritisi Jokowi dan JK serta DPR agar fokus dan tidak membagi kekuasaan politik semata," ujar Valentina Sagala dari Jaringan kerja prolegnas pro perempuan (JKP3), di Komnas Perempuan, Minggu (8/2).

"Pada intinya kami belum melihat isu perempuan jadi prioritas kinerja Jokowi dalam seratus hai ini," tambahnya.

Nisa Yura dari Solidaritas perempuan menambahkan, hingga saat ini pemerintah belum membuat regulasi yang dapat melindungi perempuan. Terlebih minimnya lapangan kerja membuat perempuan mengadu nasib di luar negeri.

"Wanita tak punya akses sehingga mereka pergi ke luar negeri. Seharusnya mereka membuat perlindungan di luar negeri agar kekerasan tidak terjadi," tegasnya.

Dia juga mendorong bentuk-bentuk diskriminasi terhadap perempuan diminimalisir. Menurutnya, kerap kali perlakukan semena-mena dialami perempuan yang menjadi pembantu rumah tangga.

"Untuk menghargai seharusnya pemerintah tidak melarang pekerjaan rumah tangga. Justru adanya hal itu akan mengecilkan atau mendiskriminasi pekerjaan itu sendiri," tandasnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini