Jokowi Harap Muhammadiyah Bantu Sosialisasikan Vaksin Covid-19 ke Masyarakat

Rabu, 18 November 2020 14:23 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Harap Muhammadiyah Bantu Sosialisasikan Vaksin Covid-19 ke Masyarakat Presiden Joko Widodo. YouTube @Sekretariat Presiden ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Muhammadiyah dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk mensosialisasikan vaksin covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat. Rencananya, vaksin akan hadir di Indonesia pada November atau Desember 2020.

"Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan pemulihan kesehatan melalui vaksinasi. Saya berharap Muhammadiyah dapat ikut membantu memberikan penjelasan dan pemahaman yang benar agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru atau hoaks yang merugikan," kata Jokowi saat memberikan sambutan di Milad Muhammadiyah dalam siaran telekonference, Kamis (18/11).

Dia menjelaskan saat ini pemerintah sedang memastikan keamanan hingga kehalalan vaksin. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan vaksin yang diberikan aman untuk masyarakat.

"Semua kita persiapkan dengan cermat, hati-hati, dan matang, agar masyarakat benar-benar aman dan bangsa kita bisa segera pulih dan bangkit. Insya Allah, semua itikad baik dan upaya sungguh-sungguh yang kita lakukan akan mendapatkan ridha Allah SWT," ungkap Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menargetkan pemberian vaksinasi pada 2020 atau 2021. Hal tersebut disampaikan Jokowi usai meninjau Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat.

"Kalau melihat tadi di lapangan dan melihat simulasi tadi, Kita memperkirakan kita akan mulai vaksinasi itu di akhir tahun atau di awal tahun. Akhir tahun 2020 atau di awal tahun 2021," kata Jokowi.

Jokowi juga berharap vaksin akan hadir ke Indonesia pada November atau Desember 2020. Sehingga nantinya vaksin tersebut akan diproses terlebih dahulu oleh PT. Biofarma dan BPOM untuk menjamin vaksin tersebut aman untuk masyarakat.

Proses tersebut akan dilakukan selama 3 minggu setelah vaksin hadir ke Indonesia. Dia juga menegaskan vaksin yang digunakan nantinya harus sesuai dengan kriteria dari WHO. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat terjamin kesehatan dan keselamatan saat diberikan vaksin.

"Semua vaksin yang kita pakai itu harus masuk dalam listnya WHO. ini wajib harus masuk ke listnya WHO. Setelah mendapatkan izin dari BPPOM baru kita lakukan vaksinasi. Kaidah-kaidah scientific, kaidah-kaidah ilmiah ini juga saya sudah sampaikan wajib diikuti. kita ingin keselamatan, keamanan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi," ungkap Jokowi.

Baca Selanjutnya: Jokowi mengatakan proses penerimaan vaksin...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini