Jokowi: Dunia Harus Lebih Siap dan Tanggap Terhadap Krisis Kesehatan

Kamis, 10 Februari 2022 06:44 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi: Dunia Harus Lebih Siap dan Tanggap Terhadap Krisis Kesehatan Jokowi Resmikan Tujuh Pelabuhan Penyeberangan dan Empat KMP di Kawasan Danau Toba. ©2022 Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran The Access to Covid-19 Tools Accelerator (ACT-A) dalam mendorong pengembangan dan akses yang berkeadilan terhadap obat, alat diagnostik, dan vaksin Covid-19. Dia menilai ACT-A merupakan bagian penting arsitektur kesehatan dunia.

"ACT-A merupakan bagian penting arsitektur kesehatan dunia sekaligus bukti nyata manfaat multilateralisme. Ke depannya peran ACT-A masih sangat dibutuhkan, termasuk untuk menjembatani ketimpangan vaksinasi global. No one is safe until everyone is," katanya saat berpidato untuk ACT-A dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (10/2).

Dia mengajak negara-negara dan donor untuk memperkuat dukungannya terhadap ACT-A. Sebagai Presiden G20, Jokowi menuturkan Indonesia menjadikan penguatan arsitektur kesehatan dunia sebagai salah satu agenda prioritas.

"Dunia harus lebih siap dan lebih tanggap terhadap krisis kesehatan. Setiap negara harus memiliki kesempatan yang sama untuk mempersiapkan diri dari ancaman pandemi berikutnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut berbagai pembenahan harus dilakukan. Penguatan kapasitas negara berkembang harus mendapatkan perhatian khusus. Di saat yang sama, negara berkembang juga harus diberdayakan sebagai solusi.

"Negara berkembang harus menjadi bagian dari rantai pasok suplai obat, vaksin, dan peralatan kesehatan. Untuk itu, kerja sama, riset, investasi, dan transfer teknologi mutlak dilakukan," papar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurutnya, solidaritas dan kerja sama adalah kunci untuk keluar dari pandemi dan membangun arsitektur kesehatan dunia yang lebih tangguh. Karena itu kata dia peran G20 penting dalam membangun arsitektur kesehatan dunia.

"Termasuk dalam mendorong dukungan pembiayaan kesehatan bagi negara berkembang. Recover together, recover stronger," pungkas Jokowi.

Untuk diketahui, Access to Covid-19 Tools Accelerator adalah kolaborasi global yang inovatif untuk mempercepat pengembangan, produksi, dan akses yang adil terhadap tes, perawatan, dan vaksin Covid-19. ACT-A diluncurkan pada akhir April 2020, pada acara yang diselenggarakan bersama oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Presiden Prancis, Presiden Komisi Eropa, dan Yayasan Bill & Melinda Gates. [fik]

Baca juga:
Kasus Covid-19 di Karawang Bertambah 245, Tertinggi dalam 4 Bulan
Begini Cara Jaga Kesehatan Mental Hanya dari Rumah selama Pandemi
Pemkot Jakpus Minta Lurah Aktifkan Aplikasi Sicovid
Anies Ingatkan Warga Tak Menyepelekan Varian Omicron Meski Tingkat Kematian Kecil
Analisis Pakar Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak Tajam

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini