Jokowi Diminta Waspadai Politisi Rabun Ayam dan Ikan Lele

Kamis, 5 Desember 2019 13:24 Reporter : Fikri Faqih
Jokowi Diminta Waspadai Politisi Rabun Ayam dan Ikan Lele jokowi. ©2019 Merdeka.com/intan umbari

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo diminta memperhatikan adanya politisi yang akan membunuh sel-sel tubuh demokrasi. Mengingat adanya wacana Pemilihan Presiden dikembalikan ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Direktur Eksekutif Indonesia Watch for Democracy, Endang Tirtana mengatakan, saat ini partai politik ingin mengembalikan sistem pemilihan presiden langsung kepada pemilihan melalui MPR. Ini menunjukkan partai politik tidak pernah mendengar dan menghiraukan suara rakyat.

"Tidak pula menghargai hasil reformasi yang diperjuangkan dengan menumbangkan rezim otoritarian. Upaya kuat mereka ini akan merenggut jantung demokrasi yang berakibat akan matinya tubuh demokrasi yang telah hidup dan tumbuh dengan kuat," katanya kepada merdeka.com, Kamis (5/12).

Dia mengungkapkan, Buya Syafii Maarif pernah menyampaikan adanya dua jenis politisi. Pertama, politisi rabun ayam.

"Politisi yang hanya memiliki pandangan dan jangkauan sebatas halaman rumah. Visi pendek hanya kekuasaan di depan mata, bukan nasib rakyat," ujarnya

Kedua, politisi ikan lele. Politisi jenis ini selalu mencari keuntungan dalam kondisi politik yang keruh.

"Makin keruh airnya makin lahap makannya. Situasi politik keruh dan penuh drama, membuat mereka senang karena ada kesempatan meraup keuntungan dalam tubuh kekuasaan. Kita tidak menginginkan kedua jenis politisi semacam itu," jelasnya.

Untuk itu, Endang mengingatkan, Jokowi untuk lebih hati hati terhadap dua jenis politisi tersebut. Ini sebenarnya sudah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan menolak usulan masa jabatan presiden diperpanjang hingga dua periode ataupun diubah sekali untuk tiap delapan tahun.

Dia menilai, Jokowi menginginkan demokrasi tetap tumbuh subur dan kuat di Indonesia. Jangan sampai demokrasi dibunuh sendiri oleh partai politik dan politisi.

"Jokowi menegaskan supaya pemilihan langsung tetap dipertahankan. Jokowi menyebut dirinya sebagai produk dari pemilihan langsung itu sendiri. Sikap kenegarawan semacam itu yang patut ditiru para politisi, justru ketika mereka sudah berkuasa tak ingin menjelma jadi sosok yang otoriter," tutup Endang.

Baca Selanjutnya: Jokowi Tolak Presiden Dipilih MPR...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini