Jokowi cium tangan Megawati, Yuddy cium tangan Puan

Selasa, 31 Maret 2015 07:13 Reporter : Sri Wiyanti
Jokowi cium tangan Megawati, Yuddy cium tangan Puan Menteri Yudi cium tangan Menteri Puan. ©2015 Merdeka.com/ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Merdeka.com - Cium tangan lazim dilakukan di Indonesia sebagai bentuk penghormatan. Umumnya cium tangan dilakukan oleh sosok yang lebih muda kepada sosok yang lebih tua, atau istri kepada suami.

Namun, cium tangan akan menuai penilaian yang berbeda apabila dilakukan oleh sosok-sosok tertentu, misalnya Presiden Joko Widodo mencium tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada saat HUT PDIP ke-42 di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung Jakarta, Sabtu 10 Januari 2015.

Aksi cium tangan Presiden Jokowi ini mendapat reaksi dari berbagai pihak. Cium tangan yang dilakukan Jokowi kepada Megawati dinilai sebagai sikap dari simbol kenegaraan tertinggi yang menundukkan kepala di bawah seorang ketua umum partai. Dari sisi protokol kenegaraan, hal ini tidak semestinya dilakukan, terlebih lagi di hadapan publik.

Memang sebelum Jokowi menjabat sebagai presiden, cium tangan Megawati sudah sering dilakukan. Pada HUT PDIP ke-41, Jokowi melakukan hal yang sama. Saat itu, Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Aksi cium tangan Megawati mendapat kritik dari berbagai pihak. Atas kritikan tersebut, Jokowi mengatakan, tidak ada yang istimewa dari aksinya mencium tangan Megawati. Menurutnya, tindakan tersebut untuk menghormati yang lebih tua.

"Itu kan budaya Indonesia, budaya Jawa. Kepada yang lebih tua, lebih senior, ya cium tangan. Ke Ibu Mega sebagai yang senior, sama saja kayak ke ibu saya ke orangtua, ke gubernur yang lama, sama semua," kata Jokowi.

Jokowi meminta kepada semua pihak agar tidak melihat momen itu sebagai perspektif politik. "Kesantunan kita itu sudah hilang. Jadi cium tangan begitu saja ini sudah ramai," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga berharap momen cium tangan tidak dibesar-besarkan. "Jangan dianggap sebagai sesuatu yang aneh. Padahal itu bentuk kesantunan masyarakat kita ke yang lebih tua. Ini malah ke arah situ (politik)," tegasnya. [siw] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini