Jokowi bantah bagi-bagi posisi Dubes dan komisaris BUMN buat relawan

Kamis, 25 Februari 2016 21:03 Reporter : Rizky Andwika
Jokowi bantah bagi-bagi posisi Dubes dan komisaris BUMN buat relawan Jokowi lantik menteri Kabinet Kerja. ©2014 Setpres/CahyoBruri Sasmito

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi membantah dengan melakukan bagi-bagi jatah ke relawan dengan menunjuk Helmy Fauzi sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Negara Mesir. Tuduhan itu dianggapnya dilakukan para pihak yang tidak suka dengan kinerja presiden.

"Persepsi muncul begitu dari yang tidak suka dengan Presiden Jokowi. Kalau yang enggak suka presiden apa yang dilakukan pasti jelek. Saya ingin sampaikan bagi yang belum tahu kalau itu bukan bagi-bagi jabatan," kata Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/2).

Johan menjelaskan, Jokowi tidak asal tunjuk dalam menempatkan seseorang sebagai Duta Besar maupun sebagai Komisaris BUMN. Dia menegaskan presiden memilih orang yang memiliki kompetensi bukan berdasarkan balas budi karena menjadi pendukung di Pilpres 2014 lalu.

"Presiden angkat seseorang pasti punya latar belakang kemampuan orang itu untuk menempati pos-pos mau Dubes atau Komisaris kalau memang dulunya relawan ya kenapa tidak. Tapi saya rasa bukan karena relawan," tegas Johan.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah melantik dari 10 Duta Besar 10 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk 10 negara sahabat di Istana Negara, siang tadi. Dari 10 Duta Besar yang dilantik tersebut salah satunya merupakan Dewan Pakar Hubungan Internasional Seknas Jokowi, Helmy Fauzi.

Helmy Fauzi sendiri pernah menjadi Anggota Komisi I DPR periode 2009/2014 dari Fraksi PDI Perjuangan. Selain itu, beberapa nama menjabat dubes dan komisaris BUMN diketahui pernah menjadi bagian pendukung maupun relawan bagi Jokowi di Pilpres 2014 lalu. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini