Jokowi akan Kunjungi NTT, 1.000 Pasukan Gabungan TNI Polri Disiagakan

Senin, 22 Februari 2021 21:02 Reporter : Ananias Petrus
Jokowi akan Kunjungi NTT, 1.000 Pasukan Gabungan TNI Polri Disiagakan Presiden Jokowi. ©Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah Nusa Tenggara Timur pada Selasa (23/2). Kali ini, presiden akan berkunjung ke Kabupaten Sikka untuk meresmikan bendungan Napun Gete, serta memantau food estate di Kabupaten Sumba Tengah.

Pengamanan ketat terhadap orang nomor satu di Indonesia telah dilakukan. Sebanyak 1.000 personel dari Kodim Sikka, Kodim Ende, Kodim Flores Timur, Brimob Maumere, Polres Sikka, Brimob Ende serta BKO tentara dari kupang pun disiagakan.

Kodam IX/Udayanaselaku Koops Pam VVIP wilayah Bali dan Nusa Tenggara bersama Polda, Pemerintah Daerah setempat dan unsur pendukung lainnya, memberikan jaminan keamanan yang terbaik dan maksimal.

"Segala sesuatu yang terkait dengan perencanaan, persiapan dan pelaksanaan pengamanan VVIP ini harus selalu kita laksanakan dengan sungguh-sungguh dan serius, serta tidak ada istilah ini merupakan kegiatan rutinitas," kata Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dalam amanatnya, yang dibacakan oleh Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya selaku Dansatgas Pamwil NTT pada Apel Gelar Pasukan Pam VVIP Kunjungan Kerja Presiden RI, Senin (22/02).

Menurutnya, apel gelar pasukan perlu dilakukan untuk mengecek sejauh mana tingkat kesiapan pasukan Satgas Pengamanan VVIP ini, baik secara perorangan maupun satuan serta pemahaman tentang tugas, dan tanggung jawab masing-masing unsur Satgas serta langkah dan tindakan yang diambil dalam mengatasi persoalan sesuai dengan Protap Pengamanan VVIP yang berlaku.

Pangdam IX/Udayana berpesan untuk memanfaatkan apel gelar pasukan sebagai sarana koordinasi dan komunikasi antarunsur pengamanan, utamanya untuk menjamin kelancaranserta menghindari terjadinya kesalahan sekecil apapun dalam pelaksanaan tugas.

"Kejelasan tugas, tanggung jawab dan rantai komando harus dipahami dan dijadikan pedoman, sehingga kerja kita menjadi efektif dan efisien guna mencapai tujuan dan sasaran pengamanan yang optimal," jelas Pangdam IX/Udayana.

Diakhir amanatnya, Pangdam IX/Udayana memerintahkan kepada seluruh personel yang terlibat dalam Satgas Pengamanan, agar memahami dan menguasai prosedur tetap pengamanan VVIP, memegang teguh disiplin dan rantai komando, melakukan koordinasi dengan unsur pengamanan lainnya secara optimal, serta segera melaporkan bila terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan tugas.

"Pedomani displin protokol kesehatan Covid-19 dan laksanakan 3M," imbuhnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Presiden Jokowi
  3. Kupang
  4. Joko Widodo
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini