Hot Issue

John Kei Kembali Berulah Jadi Dalang Pembunuhan

Senin, 22 Juni 2020 14:18 Reporter : Eko Prasetya
John Kei Kembali Berulah Jadi Dalang Pembunuhan john kei ditangkap polisi. ©2020 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - John Kei pada Minggu (21/6) malam kembali ditangkap terkait penyerangan di Perumahan Elite Green Lake City, Tangerang dan di Jalan Kresek Raya, perempatan ABC, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Satu orang tewas dalam insiden itu dan sejumlah orang luka. John Kei pun ternyata kembali menjadi dalang pembunuhan.

Kala itu, terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Sanex Steel Tan Harry Tantono alias Ayung, John Refra alias John Kei divonis 12 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 14 tahun penjara. John Kei bebas bersyarat pada atas kasus pembunuhan tanggal 23 Desember 2019 setelah menjalani dua pertiga masa hukuman di Lapas Nusakambangan.

Selama di penjara, John Kei mengaku sudah tobat dan mengisi kegiatan dengan ibadah serta kegiatan keagamaan. Saat bebas pun, John Kei mengaku akan meninggalkan kehidupan masa lalunya. Namun, baru beberapa bulan bebas, John Kei kembali berulah.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membeberkan kronologi penyerangan dan pembacokan di Perumahan Elite Green Lake City, Tangerang dan di Jalan Kresek Raya, perempatan ABC, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. 30 Orang diamankan termasuk John Kei.

Kasus ini berawal pada Minggu (21/6) sekitar pukul 11.30 WIB terjadi penganiayaan oleh kelompok John Kei berjumlah 5-7 orang terhadap kelompok Nus Kei di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

"1 Meninggal yaitu EN meninggal karena luka bacok di beberapa tempat. Dan 1 lagi putus jari tangan 4 jari berinisial AR," kata Nana di Polda Metro, Senin (22/6).

Nana melanjutkan, di hari sama, sekitar pukul 12.25 WIB, 15 orang tak dikenal dengan empat mobil diduga kelompok John Kei mendatangi satu rumah di perumahan Green Lake Kluster Australi. Mereka datang ke sana mencari pemilik rumah Nus Kei.

"Yang bersangkutan tak ada, ada istri dan anak-anak. Istri dan anak berusaha meninggalkan rumah, dan terjadi pengerusakan pintu, ruang tamu dan kamar. Lalu merusak kendaraan duit unit roda empat milik Nus Kei dan satu mobil milik tetangga yaitu Tomi," katanya.

Setelah merusak dan mencari Nus Kei tak ketemu, lanjut Nana, pelaku keluar dan kembali merusak dengan brutal. Yaitu merusak gerbang perumahan dan menembak tujuh kali.

"Seorang sekuriti ketabrak bernama Adi Nugroho, satu ojek online tertembak jempol kaki kanan dan dirawat di RS Medika Karang Tengah," tuturnya.

Berdasarkan laporan, polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan saksi diminta keterangan. Malam tadi, polisi menangkap John Kei dan kawan-kawannya di Komplek Tytyan Indah Bekasi.

1 dari 3 halaman

John Kei Dalangi Pembunuhan

Nana Sudjana menjelaskan, dalam percakapan pelaku ditemukan, ada perintah pembunuhan dari John Kei. Kasus ini karena penyelesaian tanah yang tak kunjung menemukan titik temu.

"Ada perintah dari John Kei kepada anggotanya indikator pemufakatan jahat perencanaan pembunuhan terhadap saudara NK dan EDR," jelas Nana.

Dalam percakapan ponsel itu, kelompok John Kei juga telah melakukan pembagian peran. Ada yang menuju ke rumah Nus Kei di Green Lake City, Cipondoh, Tangerang. Ada juga kelompok yang mencari EDR.

John Kei pun dijerat Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana.

2 dari 3 halaman

Motif

Nana mengatakan, motif para pelaku atau kelompok John Kei melakukan penyerangan terhadap kelompok Nus Kei karena adanya masalah pembagian uang. John Kei merasa ada ketidakadilan dalam hasil penjualan tanah. Dalam kasus ini polisi telah mengamankan 30 orang termasuk John Kei.

"Kita sampaikan ini motifnya terkait masalah internal Nus Kei dengan John Kei. Jadi di sini emang saudara John Kei merasa dikhianati terkait masalah pembagian uang yang mungkin mereka tidak sampai, ini sebenarnya masih pendalaman ya, tetapi intinya di sana," kata Nana.

"Kemudian yang kedua bahwa iya memang dari hasil keterangan ini juga mereka marga Kei, mereka faktanya masih saudara. Kemudian motif ini adalah sesama masih dikatakan masih keluarga antara John Kei dan Nus Kei dilandasi permasalahan pribadi antara keduanya," sambungnya.

Hal ini diketahui setelah penyidik memeriksa handphone dari John Kei. Dari situ, antara korban dan pelaku saling melakukan pengancaman.

"Terkait adanya ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah, tetapi dengan dilandasi tidak adanya penyelesaian mereka saling mengancam melalui HP ini setelah kita periksa para pelaku ini," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Buru 3 DPO

Polisi masih mencari beberapa orang lainnya terkait insiden penyerangan dan pembacokan tersebut. Saat ini, sudah ada tiga nama lagi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Ada DPO kita 3 yang sudah teridentifikasi. (Ikut lakukan penganiayaan juga) Iya," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Adi Hidayat.

Kini, pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap tiga orang DPO tersebut. Apalagi, mereka sudah teridentifikasi oleh para petugas kepolisian.

"Ada tiga DPO yang sudah teridentifikasi, tetapi belum kita kuasai ada tiga orang," ujarnya. [eko]

Baca juga:
Kisah Pertobatan John Kei Tercoreng Kasus Penyerangan di Green Lake City
Kasus di Green Lake-Kosambi, John Kei Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Polisi Buru 3 DPO Kasus John Kei
Polisi Rilis Kasus Penyerangan Kelompok John Kei di Green Lake City
Polisi Buru 3 DPO Kasus John Kei
Akui Masa Lalu Kelam, Begini Cerita John Kei yang Sudah Suka Berkelahi Sejak Kecil
Motif Penyerangan: John Kei Tak Puas Pembagian Uang Hasil Penjualan Tanah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini