JK tak ingin WNI sandera Abu Sayyaf bernasib seperti WN Kanada

Selasa, 26 April 2016 13:10 Reporter : Al Amin
JK tak ingin WNI sandera Abu Sayyaf bernasib seperti WN Kanada Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutuk aksi militan Abu Sayyaf yang mengeksekusi warga Kanada John Ridsdel (68). Selain Rissdel, masih ada satu lagi warga negara Kanada yang ditahan oleh militan yang berafiliasi dengan ISIS, yakni Robert Hall (50), yang belum diketahui keadaannya.

"Tentu kita bersedih itu, karena ada di Filipina (WNI yang ditahan Abu Sayyaf). Harus kita waspada juga. Jangan sampai terjadi dengan WNI kita," kata JK usai Seminar Nasional Institut Otonomi Daerah, di Jakarta, Selasa (26/4).

Diberitakan sebelumnya, militan Abu Sayyaf mulai menepati janjinya untuk mengeksekusi tiga sandera asing dan satu tawanan asli Filipina. Selain Ridsdel, masih ada satu lagi warga Kanada lainnya Robert Hall (50) yang belum diketahui nasibnya.

BBC melaporkan, Selasa (26/4), Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengecam eksekusi Abu Sayyaf. "Aksi brutal yang dilakukan kelompok teroris itu adalah pembunuhan berdarah dingin," kata Trudeau.

Selain tiga tawanan lain yang hendak dibunuh, Abu Sayyaf masih menyandera beberapa orang asing. Di antaranya ada satu warga Belanda, satu asal Jepang, empat pelaut Malaysia, serta 14 awak kapal dari Indonesia. [did]

Baca juga:
Batas tebusan lewat, Abu Sayyaf ancam penggal tiga sandera asing
Tebusan tak dibayar, Abu Sayyaf penggal sandera Kanada

Sandera asing dipenggal, bukti Filipina tak bisa penuhi janji

Jokowi beberkan kesulitan Indonesia tembus Filipina bebaskan sandera

Sikat Abu Sayyaf, Jokowi undang Panglima Militer Filipina & Malaysia

Jokowi soal Abu Sayyaf: Kita tak pernah kompromi dengan uang tebusan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini