JK sebut satelit BRIsat bakal menopang sistem perbankan Indonesia

Reporter : Anisyah Al Faqir | Minggu, 19 Juni 2016 10:44

JK sebut satelit BRIsat bakal menopang sistem perbankan Indonesia
Persiapan menjelang peluncuran BRIsat. © twitter.com/Arianespace

Merdeka.com - Sebuah satelit Indonesia berhasil diluncurkan dari Kuorou Guyana, Prancis pada pukul 04.38 WIB. Menggunakan roket Ariance 5 yang menjalankan misi V230 melesat dengan mulus membawa BRIsat EchoStar XVIII ke orbit.

Semula, satelit ini hendak diluncurkan pada awal bulan Juni 2016. Namun, berbagai kendala teknis membuat, peluncuran satelit karya anak bangsa ini tertunda hingga tiga kali.

"Memang satelit itu selalu teknologinya sangat tinggi sehingga memang harus hati-hati. Segala masalah-masalah teknis, cuaca atau apapun harus dengan perhitungan zero tolerance, tidak boleh ada toleransi apapun. Hampir semua peluncuran satelit begini," kata Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Gedung BRI I, Jakarta Pusat, Minggu (18/6).

Satelit milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., merupakan satu-satunya satelit di dunia secara khusus diperuntukkan bagi perbankan.

"Pemerintah juga kan banyak kegiatan-kegiatan seperti di Pemda, militer, dan juga bisnis. Secara khusus ini akan diperuntukkan bisnis," sambung JK.

Tak hanya itu, penggunaan satelit juga dipastikan sebagai salah satu cara menghadapi MEA 2016. Sebagai negara kepulauan, komunikasi dan informasi menjadi hal yang sangat penting. Sehingga diharapkan dengan adanya kepemilikan satelit ini, pihak perbankan bisa mempermudah memberikan pelayanan yang maksimal bagi para konsumennya.

"Kita sebagai negara kepulauan memang sangat penting telekomunikasi itu, laut, udara telekomunikasi sehingga ini salah satu hal yang membantu kecepatan kualitas dan harga komunikasi," sambung JK.

Menurutnya, inovasi yang ada saat ini sudah saatnya kembali dimaksimalkan. JK berharap pihak perbankan memberikan pelayanan yang baik dengan tawaran harga yang makin rendah.

"Karena inovasi dan informasi lebih cepat, lebih hemat dan lebih murah. Hal ini nantinya akan berdampak pada perekonomian negara, setidak-tidaknya untuk menyamakan balance pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah," tutup JK. [ary]

[ary]


{DETAIL_ICON}
{PREV_NEXT_NEWS} {DETAIL_RELATED_NEWS}

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini