JK Sebut Indonesia Terlambat Bangun MRT, Harusnya Sejak Era 90-an

Rabu, 20 Februari 2019 13:45 Reporter : Intan Umbari Prihatin
JK Sebut Indonesia Terlambat Bangun MRT, Harusnya Sejak Era 90-an Wapres JK Tinjau MRT. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Sekitar pukul 10.30 WIB Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau Moda Raya Terpadu (MRT) dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia. Bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Dirut MRT William Sabandar, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri.

Kurang lebih 30 menit JK melewati beberapa stasiun bawah tanah mulai dari Bundaran HI, Dukuh Atas, Setia Budi, Benhil, Istora Senayan. Kemudian menuju ke tujuh stasiun layang yaitu Sisingamaharaja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete, Fatmawati dan berakhir di Lebak Bulus.

JK duduk di kereta 3 bersama Budi Karya dan Anies Baswedan. Dia terlihat nyaman duduk di bangku berwarna biru tersebut. Dia merasa nyaman dan sesekali melihat sekitar kereta. Sekitar pukul 11.00 WIB JK sampai di stasiun Lebak Bulus.

Sesampainya di Lebak Bulus, JK sempat berbincang selama lima belas menit bersama Budi Karya, Anies Baswedan, William Sabandar, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri. Setelah itu JK kembali lagi menuju Stasiun Bunderan HI menggunakan MRT.

"Moda transportasi ini nyaman dan tepat waktu," kata JK usai meninjau MRT di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (20/2).

Dia menjelaskan nyaman dan tepat waktu ada kunci untuk sistim transportasi. Di samping kata JK nyaman, aman dan tepat waktu. MRT kata dia memenuhi.

"Ini memenuhi, kalau bus kan belum memenuhi kadang-kadang berhenti, lama atau tidak jalan. Karena itu per jalan orang akan dapat dihitung, di samping aman dan nyaman tadi," ungkap JK.

Dia mengatakan Indonesia telat membangun MRT, seharusnya dibangun pada era 1990. Namun JK mengapresiasi pembangunan tersebut.

"Kritiknya kita terlambat bangun, terlambat membangunnya. Mustinya kita bangun sebenarnya awalnya tahun 90-an diperkirakan ini. Jadi kita apresiasi itu bisa dibangun pada sekarang ini," lanjut JK.

Dia pun berharap Jakarta bisa membangun 200 kilometer dalam 10 tahun. Baru kata JK semua warga Jakarta bisa terjamin sistem transportasinya.

"Minimum 200 kilometer. Baru semua warga Jakarta dapat terjamin sistem transportasinya. Karena Pak Gubernur sudah merencanakan bagaimana sikronisasinya daripada sistem ini sinkronnya sistem. Terus MRT, LRT harus disiplin, diintegrasikan," kata JK.

Walaupun kata JK masih ada kekurangan, tetapi JK yakin Anies dan Budi Karya bisa memperbaiki. Dia pun minim masukan kepada pihak MRT.

"Ya karena semuanya sudah baik. Tinggal kita memutuskan untuk harus lebih panjang lagi. Dan semua setuju, minimum 200 kilometer dalam 10 tahun," lanjut JK. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini