Jimly Asshiddiqie imbau masyarakat tak benci mantan anggota HTI

Rabu, 31 Oktober 2018 13:22 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jimly Asshiddiqie imbau masyarakat tak benci mantan anggota HTI Jimly Asshiddiqie. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Usai kejadian pembakaran dan permasalahan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie mengatakan agar jangan ada benturan kembali antara Islam dan kebangsaan. Dia juga meminta agar para mantan anggota menjadi objek dakwah dan tidak dimusuhi.

"Yang penting kalau satu organisasi sudah kita bubarkan, ya sudah, selanjutnya mantan anggotanya jadi obyek dakwah, obyek pendidikan. dan jangan dimusuhi," kata Jimly usai bertemu Wapres JK di kantor Wapres, Jalan Merdeka Selatan, Rabu (31/10).

Kemudian untuk para mantan aktivis HTI pun, Jimly meminta agar tidak mengorganisir diri untuk memperjuangkan pandangan terkait khilafah. Sebab, kata Jimly, hal tersebut sudah dilarang.

"Jadi tidak boleh lagi itu. Tetapi, bagi pihak lain jangan perlakukan mereka, ya terima mereka sebagai sebagai kawan, sahabat. Nah itu objek dalam kegiatan dakwah, orang berbeda pendapat itu bukan musuh. Kita sebagai bangsa harus merasa diri kita one family under god. Under one god," kata Jimly.

Dia mengimbau masyarakat agar belajar dari pengalaman masa lalu. Jika berbeda pendapat, kata Jimly, tidak masalah. Namun jika menyebarkan kebencian, dan menyebabkan konflik hal tersebut harus dihindari.

"Misalnya, membuat Asosiasi Anti Tuhan Indonesia, itu tidak boleh. kenapa? itu akan menimbulkan permusuhan. karena kita sudah sepakat Tuhan Maha Esa," tambah Jimly.

Jimly menjelaskan, hukum negara saat ini adalah membangun pencerahan. Karena itu dia berharap publik boleh berbeda pendapat asal saling menghargai.

"Maka semua warga bangsa kita harapkan biarlah kita berbeda-berbeda pendapat, tapi jangan saling bermusuhan," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini