Jerit Istri terpidana mati: Kurir dieksekusi, gembong narkoba bebas

Sabtu, 17 Januari 2015 17:19 Reporter : Kresna
Jerit Istri terpidana mati: Kurir dieksekusi, gembong narkoba bebas Ilustrasi Hukuman Mati. © shutterstock

Merdeka.com - Eksekusi mati terhadap Namaona Denis warga negara Malawi membuat Istrinya, Retno Dewi Atik merasa tidak terima dengan putusan Presiden tersebut. Dia menegaskan bahwa suaminya bukanlah gembong narkoba melainkan hanya kurir.

"Jangan samakan kurir dengan gembong," tegasnya pada wartawan seusai menjenguk suaminya di Nusakambangan, Sabtu (17/1).

Dia curiga ada tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh negara dalam menentukan siapa yang akan dieksekusi mati.

"Terbukti enam terpidana mati bukan gembong hanya kurir, yang lemah secara hukum. Yang dipilih dieksekusi adalah contoh bahwa yang lemah yang dipilih," tandasnya.

Sementara itu kuasa hukum Namaona, Choirul Anam menyampaikan, sebelum mereka meninggalkan Nusakambangan, Namaona sempat menitipkan pesan padanya untuk disampaikan pada media.

"Di antara enam yang menunggu jadwal eksekusi tidak satu orang pun yang melakukan kejahatan berikutnya. Semuanya melakukan kejahatan pertama. Dan selama di Nusakambangan, banyak orang yang melakukan kejahatan kedua dan ketika di lapas tidak ada hukuman dan tidak dieksekusi," katanya menirukan pesan Namaona.

Menurutnya lewat pesan tersebut Namaona ingin menyampaikan bahwa negara ini diskriminatif.

"Dipilih yang paling lemah, paling miskin dan tidak berpengaruh. Beda dengan salah satu Bos ekstasi di Tangerang ya lepas," ujarnya.

Dia juga mencontohkan kasus Rani Andriani alias Melisa Aprilia yang akan dieksekusi malam ini. Dalam kasusnya Rani hanya kurir. Ola, sebagai bos Rani justru diberikan grasi oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2012 saat dia menjabat sebagai presiden.

"Kasus Ola yang juga kasus Rani, dia adalah kurir, paling rendah tapi bosnya dikasih grasi. Ini aneh, selalu memilih yang lemah dan dieksekusi mati," tandasnya. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini