Jenderal bintang tiga Polri calon pengganti Jenderal Badrodin

Senin, 9 Mei 2016 08:37 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah, Didi Syafirdi
Jenderal bintang tiga Polri calon pengganti Jenderal Badrodin Badrodin Haiti pimpin sertijab kapolda. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bakal habis masa jabatannya pada Juli 2016 mendatang. Dua bulan jelang pensiun, mulai ada desas-desus kandidat pengganti Badrodin.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, calon Kapolri adalah perwira tinggi yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karier. Calon Kapolri merupakan jenderal bintang tiga atau pangkat Komisaris Jenderal.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, setelah pergantian jabatan Kepala badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) baru bisa dipetakan calon kapolri. Menurut Neta, sosok Kabareskrim baru bakal dilakukan akhir Mei nanti, sesuai masa purna bhakti Kabareskrim Komjen Anang Iskandar per tanggal 1 Juni 2016.

Saat ini ada sembilan perwira tinggi Polri berpangkat bintang tiga, termasuk jabatan di luar struktural Polri seperti kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Dua perwira tinggi yakni Komjen Anang dan Noer Ali akan pensiun dalam waktu dekat.

Berikut para jenderal bintang tiga tersebut:

1 dari 9 halaman

Kepala BNN Komjen Budi Waseso

Budi Waseso. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Komjen Budi Waseso bisa menjadi salah satu pertimbangan masuk dalam bursa calon Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti. Namanya ramai diberitakan setelah menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri.

Ia dianggap memperuncing hubungan Polri dan KPK setelah calon Kapolri Jenderal Budi Gunawan, ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan rekening gendut oleh lembaga antirasuah. Hal itu setelah menyuruh anak buahnya menangkap mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, terkait kasus pemberian keterangan palsu.

Kisruh antara KPK dan Polri berlalu, mantan Kapolda Gorontalo ini dinilai sebagai pembuat gaduh proses hukum di Bareskrim Polri, salah satunya terkait dugaan korupsi di PT Pelindo II. Budi pun terpental dari Mabes Polri.

Namun belum genap setahun menjabat Kabareskrim, Budi digeser ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Digeser menjabat sebagai Kepala BNN, tak membuatnya luntur menegakkan hukum.

Sejumlah kasus peredaran narkoba jaringan internasional seperti di Semarang pernah diungkapnya. Termasuk kasus penyalahgunaan narkoba oleh kepala daerah yang dilakukan Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi.

Bukan kali ini saja prestasi ditujukan alumnus akademi kepolisian tahun 1984 itu. Saat menjabat sebagai Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri, Budi Waseso pernah mencegah Kabareskrim Komjen Susno Duadji pergi ke luar negeri, tahun 2010.

2 dari 9 halaman

Wakapolri Komjen Budi Gunawan

Komjen Budi Gunawan. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Wakapolri Komjen Budi Gunawan adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1983. Kariernya terus meroket sejak ditunjuk sebagai ajudan presiden keempat Megawati Soekarnoputri saat berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

Budi Gunawan sempat tercatat sebagai jenderal termuda di Polri saat dipromosikan naik pangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen) saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karyawan (Binkar) Mabes Polri. Kemudian, menjabat Kepala Selapa Polri selama dua tahun.

Kariernya terus moncer ketika dipromosikan menjadi Kapolda Jambi pada 2008-2009. Setelah menjadi Kapolda Jambi selama setahun, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 11 Desember 1959 ini, dipercaya menjabat Kepala Divisi Pembinaan Hukum (Kadiv BinKum) Mabes Polri.

Selanjutnya, Budi Gunawan sempat dimutasi pada jabatan kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) lalu dipromosikan menjabat di kewilayahan sebagai Kapolda Bali yang merupakan Polda tipe A. Bintang di pundak Budi pun bertambah.

Budi sudah berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) saat menduduki jabatan Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) tahun 2012-2015. Pada awal 2015, Budi menjadi calon tunggal Kapolri yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun KPK menetapkan Budi sebagai tersangka terkait kepemilikan rekening gendut. Posis Tribatra 1 pun diduduki Jenderal Badrodin Haiti.

3 dari 9 halaman

Kalemdikpol Komisaris Jenderal Syafrudin

Komjen Syafruddin. ©istimewa

Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin, merupakan pria kelahiran Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, 14 April 1961. Saat ini ia menjabat sebagai Kalemdikpol.

Syafruddin tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Pada tahun 2004, ia pernah menjabat sebagai ajudan Wakil Presiden pada masa pemerintahan SBY-JK. Kemudian akhir 2009, dia menjabat sebagai Wakapolda Sumut, lalu Kapolda Kalsel, Kadiv Propam Polri, hingga Kalemdikpol.

4 dari 9 halaman

Komjen Tito Karnavian

Komjen Tito Karnavian. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Komjen Tito Karnavian adalah seorang perwira Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang ikut bergabung dengan tim yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M Top. Tito yang saat itu berpangkat Kombes promosi menjadi Brigjen dan menjabat sebagai Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Sekarang, melalui TR Kapolri 14 Maret 2016, Komjen Tito Karnavian diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggantikan Komjen Saud Usman Nasution yang memasuki masa pensiun.

Sebelumnya, Tito menduduki posisi Kapolda Papua dan Kapolda Metro Jaya. Tito menjadi jebolan Akpol 1987 pertama yang telah mampu menembus pangkat jenderal bintang tiga.

Tito termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, Idham Azis, Petrus Reinhard Golose, serta Rycko Amelza Dahniel.
 

5 dari 9 halaman

Sekretaris Utama Lemhannas Komjen Suhardi Alius

Suhardi Alius hadiri pertemuan di Gedung KPK. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Komisaris Jenderal Suhardi Alius sempat menjadi polisi termuda dengan tiga bintang di pundaknya. Sebelum menjabat Sekretaris Utama Lemhannasm Suhardi merupakan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim).

Karier Pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1962 itu terbilang moncer dibanding rekan seangkatannya di Akademi Kepolisian 1985. Mantan Wakapolda Metro Jaya itu merupakan yang pertama promosi menjadi Komjen dibanding rekan satu litingnya.

Tercatat dalam waktu kurang lebih satu tahun Suhardi tiga kali berganti jabatan, yakni Kadiv Humas Mabes Polri, Kapolda Jawa Barat dan Kabareskrim. Pada 24 November 2013, Suhardi resmi menggantikan Komjen Sutarman yang promosi menjadi Kapolri.

6 dari 9 halaman

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komjen Putut Eko Bayuseno

Kapolda Metro Jaya Putut Bayuseno. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komjen Putut Eko Bayuseno merupakan lulusan Akpol 1984. Pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, 28 Mei 1961 itu berpengalaman dalam bidang lantas.

Putut termasuk perwira dengan karier yang mengkilap. Seiring naiknya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden pada 20 Oktober 2004, Putut pun ditugaskan sebagai ajudan presiden selama lima tahun (2004-2009).

Naik pangkat sebagai jenderal, Putut ditugasi sebagai Wakapolda Metro Jaya (2009-2011), Kapolda Banten (2011) lalu mendapat pangkat Irjen Polisi dan terakhir menjabat Kapolda Jawa Barat (2011-2012). Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komjen Putut Eko Bayuseno.

7 dari 9 halaman

Inspektorat Pengawasan Umum Komjen Dwi Priyatno

Komjen Dwi Priyatno. ©istimewa

Komisaris Jenderal Dwi Priyatno merupakan jebolan Akademi Kepolisian seangkatan dengan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti. Dwi diketahui berpengalaman dalam bidang lalu lintas (lantas).

Nama Dwi mulai dikenal saat menjadi Kapolda Metro jaya. Dia adalah Kapolda Metro Jaya tersingkat kedua yang pernah menjabat setelah Irjen Pol Timur Pradopo. Dwi hanya menjabat sekitar lima bulan.

Pria kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, 12 November 1959 itu kini menjabat sebagai Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri pengganti Komjen Pol Anton Bachrul Alam. Dwi mengawali karier di kepolisian sebagai Kapolsektif Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat.

8 dari 9 halaman

Kabareskrim Komjen Anang Iskandar

Kabareskrim Anang Iskandar. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 18 Mei 1958. Dia merupakan seorang perwira tinggi Polri yang sejak 7 September 2015 menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri menggantikan Komjen Budi Waseso.

Anang, lulusan Akademi Kepolisian (1982) ini berpengalaman dalam bidang pemberantasan narkoba. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Badan Narkotika Nasional.

Dia sempat menjabat sebagai Kapolda Jambi, Kadiv Humas Polri dan Gubernur Akademi Kepolisian.

9 dari 9 halaman

Kabaintelkam Komjen Noer Ali

Komjen Noer Ali. ©istimewa

Komjen Noer Ali merupakan seorang perwira tinggi Polri yang sejak 14 April 2016 menjabat sebagai Kabaintelkam Polri menggantikan Komjen Djoko Mukti Haryono. Noer Ali yang merupakan lulusan Akpol 1981 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Sebelumnya, pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 10 Oktober 1958 ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Dia juga sempat menduduki posisi sebagai  Dir Tipikor Bareskrim Polri dan Kapolda Sumatera Barat. [did]

Baca juga:
IPW sudah dengar isu Jenderal Badrodin diperpanjang sebagai Kapolri
Kompolnas tak masukan Komjen Tito Karnavian sebagai calon Kapolri
Muncul isu Jenderal Badrodin diperpanjang jadi Kapolri
Menebak calon Kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti
Budi Waseso soal calon Kapolri: Presiden menentukan, semua layak
Meski jagokan Budi Gunawan, Bamsoet sebut Kapolri baru urusan Istana

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini