Jenazah Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Diterbangkan ke Manado

Kamis, 10 Juni 2021 20:10 Reporter : Ihwan Fajar
Jenazah Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Diterbangkan ke Manado Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong di ruang kerjanya. ©ANTARA/HO-Dok. Pribadi

Merdeka.com - Jenazah Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong telah diterbangkan ke Manado dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 14.00 Wita, Kamis (10/6). Dia sebelumnya meninggal dunia dalam penerbangan dari Denpasar menuju Ujungpandang pada Rabu (9/6) sore.

Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Iwan Risdianto mengatakan, jenazah Helmud Hontong telah diberangkatkan pada pukul 14.00 Wita ke Manado menggunakan maskapai Lion Air.

"Iya, tadi siang jam 2 diberangkatkan ke Manado pakai Lion (air)," ujarnya saat dihubungi merdeka.com.

Iwan menambahkan, jenazah Helmud Hontong sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Hasanuddin dan Kepolisian Sektor (Polsek) Bandara.

"Dari pihak KKP dan Polsek sempat membawa (Helmud Hontong) ke RS Daya katanya. Kita enggak tahu apa penyakitnya beliau," ucapnya.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat RSUD Daya Makassar Wisnu Maulana mengatakan, pihaknya tidak pernah mendapatkan pasien bernama Helmud Hontong. Wisnu mengaku sudah mengecek data pasien maupun jenazah yang masuk ke RSUD Daya Makassar.

"Saya sudah ditelepon teman-teman wartawan lain, dan saya sudah cek di UGD dan ruangan lainnya tidak ada nama Wabup Sangihe masuk di RSUD Daya," ucapnya.

Dia menduga Helmud Hontong sempat dibawa ke Rumah Sakit Tadjuddin Chalid yang letaknya tidak jauh dari RSUD Daya Makassar.

"Mungkin saja di (RS) Tadjuddin Chalid, karena kami kan satu wilayah di Kelurahan Daya," ucapnya.

Sebelumnya, Helmud Hontong menaiki pesawat Lion Air JT-740, yang melayani rute Denpasar-Ujungpandang, bersama ajudannya Harmen Kontu, Rabu (9/6). Beberapa saat setelah pesawat lepas landas, dia tiba-tiba batuk hingga mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.

Helmud Hontong kemudian tidak sadarkan diri. Dia sempat mendapatkan pertolongan pertama dari penumpang lainnya yang kebetulan merupakan seorang dokter bernama Timothy. Helmud diberikan penanganan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan bantuan pernapasan oleh dr Timothy.

Namun Helmud tidak merespons hingga akhirnya dinyatakan telah meninggal dunia di dalam pesawat. Saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 16.00 Wita, pihak KKP langsung memeriksa dan mengevakuasinya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini