Jenazah Pratu Wahyudi divisum di RSUD Dumai

Rabu, 24 Agustus 2016 00:32 Reporter : Abdullah Sani
Jenazah Pratu Wahyudi divisum di RSUD Dumai Jenazah Pratu Wahyudi diantar ke RSUD Kota Dumai. ©2016 merdeka.com/abdullah sani

Merdeka.com - Kematian Pratu Wahyudi menjadi luka yang mendalam bagi Satuan tugas udara dan darat yang menangani kebakaran hutan dan lahan di Riau. Sempat dinyatakan hilang, Pratu Wahyudi ditemukan tewas dalam pemadaman di Kabupaten Rokan Hilir. jenazah langsung dibawa ke ruang Pemulasaran RSUD Kota Dumai, untuk dilakukan visum et revertum.

"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Seorang prajurit TNI atas nama Pratu Wahyudi telah gugur saat bertugas di lokasi pemadaman titik api di Rokan Hilir. Saat ini, jenazah sedang divisum," kata Komandan Korem (Danrem) 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi, Selasa (23/8).

Di rumah sakit, tampak Bupati Rokan Hilir Suyatno, Kapolda Riau Brigjend Supriyanto Kapolres Dumai AKBP Donal Happy Ginting, Kasi Intel Korem 031/Wirabima Kolonel Inf Eko Prayitno dan rombongan langsung menuju Ruang Pemulasaran RSUD Kotamadya Dumai. Tak ketinggalan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, yang juga mendampingi Brigjen Nurendi.

"Saat ditemukan oleh Tim Satgas Gabungan serta masyarakat, kondisi Pratu Wahyudi 80 persen masih dikenali. Sebagian tubuhnya tampak bekas terbakar," ujar Nurendi.

Nurendi menjelaskan, penemuan jenazah siang tadi oleh Tim gabungan Detasemen rudal 004 Dumai dan Basarnas, berada sekitar 150 meter dari lokasi korban pertama kali menghilang pada sebuah pohon besar di lokasi. "Saat ini, kita menunggu hasil visum, lalu jenazah akan kami antar ke rumah duka," kata Nurendi.

Tak hanya Brigjend Nurendi, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama (Marsma) Henri Alfiandi juga merasakan duka yang mendalam atas kematian Pratu Wahyudi.

"Kita berduka, prajurit TNI kita telah gugur dalam melaksanakan tugas. Kita benar-benar mengorbankan semuanya," ujar Henri.

Henri menegaskan, baik Satgas Udara maupun Satgas Darat dari TNI AD dan Polri mengorbankan waktu, tenaga, fisik dan fikiran. "Bahkan kita mengorbankan jiwa raga demi tidak terjadinya kebakaran dan asap lagi," kata Henri.

Namun, duka tersebut diharapkan Henri tidak membuat seluruh prajurit patah semangat. Sebab, perjuangan untuk membuat Riau bebas asap harus terus berjalan. Menurut jenderal bintang satu ini, pengorbanan tersebut sebagai pembuktian dari wujud semangat juang semua pihak.

"Prajurit yang lain jangan sampai patah semangat. Dan untuk almarhum, kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas perjuangan dan pengorbanannya," ucap Henri.

Hal senada juga diucapkan Kapolda Riau Brigjend Pol Supriyanto. Dia turut hadir melayat ke kotamadya Dumai atas gugurnya Pratu Wahyudi saat melaksanakan tugas negara.

"Kami segenap keluarga besar Polda Riau dan jajaran turut berduka-cita. Teriring do'a semoga arwah almarhum Pratu Wahyudi diampuni dari segala dosa dan kesalahannya, mendapat tempat yg terbaik disisi_Nya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan iman dan Islam, aamiin," tutup Supriyanto.

Diketahui sebelumnya, Almarhum Pratu Wahyudi yang menjabat sebagai Ta Ops 1 Satbak A Ton 2 Denrudal 004 Dumai yang di BKO kan untuk membantu memadamkan Kebakaran Lahan dan Hutan di Labuhan Tangga Besar Kampung Medan, Bangko kabupaten Rokan Hilir ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Penemuan tersebut setelah sebelumnya ia dinyatakan hilang pada sejak 18 Agustus 2016 lalu hingga akhirnya ditemukan Selasa (23/8) sekitar pukul 11.00 WIB tadi. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini