Jemput Sabu 15 Kg ke Malaysia, 3 Kurir Ditangkap Polres Rokan Hilir

Selasa, 22 Januari 2019 13:19 Reporter : Abdullah Sani
Jemput Sabu 15 Kg ke Malaysia, 3 Kurir Ditangkap Polres Rokan Hilir Ilustrasi sabu. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 15 kilogram dari Malaysia digagalkan Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hilir. Tiga tersangka yang berperan sebagai kurir ditangkap setelah menjemput sabu itu dari negeri jiran untuk diedarkan di pulau Sumatera.

"Kita menangkap tiga tersangka inisial AS (32), JM (23), dan RH (34), bersama barang bukti 15 bungkus plastik warna hijau merek Guanyiwang berisi sabu dengan masing-masing seberat satu kilogram," ujar Kapolres Rokan Hilir, AKBP Sigit Adiwuryanto, kepada merdeka.com, Selasa (22/1).

Sigit menyebutkan, ketiganya tersangka merupakan warga asal Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Mereka nekat menyelundupkan sabu itu karena diupah puluhan juta untuk membawanya.

Dengan gagalnya peredaran sabu itu, Polres Rokan Hilir berhasil menyelamatkan‎ 75.000 orang generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

Penangkapan tersebut dipimpin Kasat Reserse Narkoba, AKP Herman Pelani bersama anak buahnya. Herman mengatakan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pengintaian selama lebih kurang tiga pekan.

"Awalnya kita menangkap tersangka pertama AS di Jalan Teluk Piyai, Kecamatan Pasir Limau Kapas pada Jumat lalu. Namun, tidak ditemukan barang bukti sabu," kata Herman.

Tak puas polisi menginterogasi tersangka untuk mengaku siapa saja yang terlibat dalam upaya penyelundupan sabu itu, serta dimana letak narkoba yang dijemputnya dari Malaysia.

"Akhirnya AS mengaku, dia menjemput sabu ldari Malaysia menggunakan kapal tradisional. Sabu itu sudah dipindahkan ke mobil Avanza kata Herman.

Kemudian Herman langsung melakukan pengejaran mobil tersebut. Tidak butuh waktu lama, minibus Avanza merah bernomor polisi BM 1637 VP berhasil dilacak di Jalan Lintas Rokan Hilir-Pekanbaru.

"Tersangka JM dan RH kita temukan di sebuah warung kopi, dan mobil yang membawa sabu itu kita geledah. Ternyata benar, ada sabu 15 kilogram di dalamnya," ucap Herman.

‎Herman menjelaskan, rencananya sabu itu akan dibawa ke Pekanbaru kemudian ke kota lainnya di Pulau Sumatera dan Jawa. Para pelaku mematangkan rencana peredaran sabu dengan alat komunikasi ponsel ke pemesan.

"Beruntung narkoba itu belum sampai ke tangan pemesan sehingga gagal merusak generasi bangsa," tegas Herman.

Polisi masih mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap sindikat narkoba tersebut. Termasuk siapa yang memesan narkoba itu di Pekanbaru masih terus dikembangkan.

"Iya, kita masih mengejar siapa pemesan sabu dalam jumlah banyak ini. Mudah-mudahan dapat segera kita tangkap," jelasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini